Model Pembelajaran STAD: Pengertian, Komponen, Kelebihan dan Kekurangannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Salah satu jenis model pembelajaran adalah Student Teams Achievement Division (STAD). Pembelajaran model STAD termasuk sederhana dibandingkan dengan tipe lainnya. Berikut adalah pengertian, komponen, kelebihan dan kekurangan model pembelajaran STAD yang menarik untuk disimak.
Pembelajaran pada dasarnya merupakan interaksi melalui instruksi yang disampaikan guru kepada siswa. Oleh karena itu, dibutuhkan perencanaan pembelajaran agar tujuan pembelajaran dapat diwujudkan. Tujuan pembelajaran akan tercapai jika guru memilih alternatif pendekatan dan model pembelajaran yang tepat.
Baca juga: Macam-Macam Model Pembelajaran di Dunia Pendidikan.
Pengertian Model Pembelajaran STAD
Dikutip dari buku Kolaborasi Pendekatan Saintifik dengan Model Pembelajaran STAD yang disusun oleh Komang Suparsawan (2020:47), pengertian model pembelajaran STAD adalah model pembelajaran kooperatif dengan membentuk kelompok agar tercipta kerjasama antar siswa dalam mencapai kemampuan akademik.
Komponen Model Pembelajaran STAD
Model pembelajaran STAD memiliki beberapa komponen yang menyusunnya. Komponen model pembelajaran STAD antara lain sebagai berikut.
Presentasi Kelas. Merupakan penyajian materi yang dilakukan guru secara klasikal melalui presentasi verbal atau teks.
Kerja Tim. Tim terdiri dari empat atau lima siswa dengan keanekaragaman gender, suku, dan prestasi akademik.
Kuis atau Tes. Tes individual diadakan setelah berlatih dalam kelompok. Skor individu akan diakumulasikan dalam kelompok.
Skor Kemajuan Individual. Penilaian individu bertujuan agar siswa terpacu untuk mendapat hasil yang lebih baik dari skor kelompok.
Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran STAD
Model pembelajaran STAD memiliki beberapa kelebihan dan kekurangan dalam penerapannya.
Kelebihan dari penerapan model pembelajaran STAD antara lain,
Meningkatkan kepercayaan diri dan kecakapan individual.
Interaksi sosial tercipta melalui kerja kelompok.
Siswa diajarkan untuk membangun komitmen dalam mengembangkan potensi kelompoknya.
Mengajarkan untuk saling percaya dan menghargai sesama.
Aktif berperan sebagai tutor sebaya untuk keberhasilan kelompok
Adapun kekurangan model pembelajaran STAD adalah sebagai berikut.
Belum tersedianya ruangan khusus belajar kelompok, sehingga pengaturan tempat duduk menghabiskan waktu.
Banyaknya jumlah siswa membuat guru kurang maksimal dalam mengawasi kegiatan belajar.
Guru dituntut bekerja cepat dalam menyelesaikan tugas-tugas yang berhubungan pembelajaran seperti mengoreksi tugas, menghitung skor individu, dan rata-rata kelompok.
Perbedaan kemampuan akademik membuat siswa dapat merasa tidak nyaman dalam satu kelompok.
Model pembelajaran kooperatif tipe STAD merupakan salah satu model pembelajaran atas dasar pemikiran konsep belajar konstruktivisme. STAD yang pertama kali dikembangkan oleh Robert Slavin dianggap sebagai model pembelajaran yang paling sederhana.(DK)
