Modul Ajar Kelas 4 Kurikulum Merdeka untuk Panduan Guru

Penulis kumparan
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Modul ajar merupakan dokumen yang membantu guru dalam melakukan pembelajaran. Sebagai contoh adalah modul ajar kelas 4 kurikulum merdeka.
Modul ajar berisi perencanaan pembelajaran yang isinya mulai dari tujuan hingga evaluasi yang bisa dilakukan. Modul ajar ini akan membuat kerja guru jadi lebih mudah dan bisa membuat pembelajaran yang sesuai tujuan.
Contoh Modul Ajar Kelas 4 Kurikulum Merdeka untuk Panduan Guru
Dikutip dari laman https://pusatinformasi.kolaborasi.kemendikdasmen.go.id modul ajar merupakan salah satu perangkat ajar berupa dokumen yang berisi tujuan, langkah, dan media pembelajaran.
Tidak hanya itu, modul ajar dalam kurikulum merdeka juga berisi asesmen yang akan diberikan kepada siswa sebagai bentuk evaluasi dan pengukuran sejauh mana pemahaman yang dimiliki oleh siswa.
Berikut ini adalah contoh modul ajar kelas 4 kurikulum merdeka yang bisa dijadikan panduan dalam merencanakan pembelajaran.
A. Informasi Umum
I. Identitas Modul
Penyusun: Ahmad Maulana
Instansi: SD Mulia Hati
Tahun Penyusunan: Tahun 2025/2026
Mata Pelajaran: Bahasa Indonesia
Bab : Sudah Besar
Tema: Aku
Alokasi Waktu: 6 Minggu
II. Kompetensi Awal
Peserta didik dapat memahami dan menjelaskan permasalahan yang dihadapi tokoh cerita;
Peserta didik dapat mengucapkan kata-kata yang panjang;
Peserta didik dapat membedakan antara kalimat transitif dan kalimat intransitif, serta menggunakannya; dan
Peserta didik dapat mencari arti kata di dalam kamus dan membuat Proyek Kamus Kelas Empat.
III. Profil Pancasila
Mandiri
Bernalar kritis
Kreatif
IV. Sarana dan Prasarana
Buku Siswa : Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Dan Teknologi Republik Indonesia, 2021, Bahasa Indonesia: Lihat Sekitar, SD Kelas IV, Penulis: Eva Y. Nukman, Cicilia Erni Setyowati
Buku cerita anak
Media cetak dan elektronik
Brosur dan poster tentang hemat listrik
Internet
V. Target Peserta Didik
Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami materi ajar.
Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan memimpin
VI. Jumlah Peserta Didik
Minimum 15 Peserta didik, Maksimum 25 Peserta didik
VII. Model Pembelajaran
Model pembelajaran tatap muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan blended learning.
B. Komponen Inti
I. Tujuan Kegiatan Pembelajaran
Alur Konten Capaian Pembelajaran :
Pertemuan 1
Memahami dan menjelaskan permasalahan yang dihadapi tokoh cerita serta mengaitkannya dengan pengalaman pribadi.
Pertemuan 2
Berbicara dengan santun, menggunakan kata maaf, tolong, permisi, dan terima kasih.
Berbicara dengan volume yang tepat sesuai konteks dan tempat berbicara, berbicara dengan jelas sehingga dipahami oleh lawan bicara.
Pertemuan 3
Mengidentifikasi kalimat transitif dan intransitif di dalam cerita
Menuliskan kalimat menggunakan tanda baca yang tepat sesuai fungsinya dan sesuai kaidah bahasa Indonesia.
Pertemuan 4
Membaca dan mengucapkan katakata yang panjang (tiga suku kata atau lebih) menggunakan pengetahuannya terhadap kombinasi huruf.
Pertemuan 5
Menyimak dengan saksama dan memahami informasi dalam teks yang dibacakan.
Pertemuan 6
Menjelaskan makna kosakata baru pada teks yang dibacakan berdasarkan pemahamannya terhadap tulisan dan gambar pendukung.
Menuliskan kalimat dengan struktur SPOK menggunakan tanda baca yang tepat dan kosakata yang sesuai.
Alur Tujuan Pembelajaran :
Pertemuan 1
Melalui kegiatan membaca cerita, peserta didik dapat menyimpulkan permasalahan yang dihadapi tokoh dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi.
Pertemuan 2
Melalui kegiatan diskusi, peserta didik mampu mengemukakan pendapat atau menceritakan pengalaman dengan santun.
Pertemuan 3
Melalui kegiatan mencari kalimat di dalam cerita, peserta didik dapat memahami pemakaian kalimat transitif dan intransitif dengan baik.
Melalui kegiatan latihan ini, peserta didik dapat menggunakan tanda baca serta kalimat transitif dan intransitif dengan tepat.
Pertemuan 4
Melalui kegiatan membaca nyaring, peserta didik dapat mengucapkan kata-kata yang panjang dengan benar.
Pertemuan 5
Melalui kegiatan menyimak cerita yang dibacakan, peserta didik dapat menemukan, menyimpulkan informasi, serta menyampaikan kembali simpulannya dengan tepat.
Pertemuan 6
Melalui kegiatan membuat kalimat, peserta didik menggunakan kosakata baru dalam kalimat dengan benar sesuai ketentuan bahasa Indonesia
Melalui kegiatan menulis surat, peserta didik dapat menggunakan tanda baca, kosakata baru, dan kalimat transitif dan intransitif dengan tepat.
II. Pemahaman Bermakna
Meningkatkan kemampuan siswa tentang memahami dan menjelaskan permasalahan yang dihadapi tokoh cerita serta mengaitkannya dengan pengalaman pribadi;
Meningkatkan kemampuan siswa tentang membaca dan mengucapkan kata-kata yang panjang (tiga suku kata atau lebih) menggunakan pengetahuannya terhadap kombinasi huruf; dan
Meningkatkan kemampuan siswa tentang menulis dengan menggunakan kosakata baru dan kalimat transitif/ intransitif.
III. Pertanyaan Pemantik
Apa saja perubahan pada diri kalian dibandingkan setahun lalu saat kalian di awal kelas tiga ?
Bagaimana menurut kalian cerita berjudul “Tak Muat Lagi”?
Diskusikan bersama, seperti apakah hubungan kakak-adik yang baik?
Apakah baju, sepatu, tas, atau buku kalian dijual, diberikan kepada adik, atau disumbangkan?
IV. Persiapan Belajar
Bab ini dimulai dengan tanya jawab santai tentang diri peserta didik dan perubahan yang mereka alami. Kegiatan pembuka dilanjutkan dengan permainan mengurutkan agar peserta didik bersemangat memulai pelajaran.
V. Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan Pendahuluan
Guru menyapa peserta didik dan mengajak mereka berbincang sebentar. Guru dapat menanyakan apakah ada peserta didik yang datang terlambat, dan apa alasannya.
Guru menjelaskan bahwa peserta didik akan membaca cerita berpasang-pasangan.
Guru mengajak peserta didik menyepakati aturan main saat membaca bersama. Misalnya, peserta didik membaca bergantian per panel komik dengan suara tidak terlalu keras, tetapi dapat didengar jelas oleh pasangannya. Sepakati pula apakah peserta didik yang sedang mendapat giliran menyimak boleh membantu atau memperbaiki kesalahan bacaan temannya atau tidak.
Guru menjelaskan bahwa setelah membaca mereka akan berdiskusi. Guru juga menjelaskan tata tertib dalam berdiskusi dengan baik.
Kegiatan Inti
Membaca
Guru mempersilakan peserta didik membaca cerita “Tak Muat Lagi”.
Guru berkeliling untuk memeriksa jika ada peserta didik yang kesulitan.
Jika semua selesai membaca, guru mengajak peserta didik mendiskusikan isi cerita tersebut.
Guru memandu peserta didik berdiskusi menjawab pertanyaan yang ada di Buku Siswa, serta menambahkan pertanyaan-pertanyaan lain yang terkait. Peserta didik dipersilakan untuk menjawab atau bertanya.
Kegiatan Penutup
Guru memandu peserta didik untuk menyimpulkan permasalahan yang dihadapi tokoh dan mengaitkannya dengan pengalaman pribadi.
Guru memperlihatkan Peserta didik membaca teks dengan nyaring, lalu menjawab pertanyaan terkait teks.
VI. Refleksi
Di bagian ini peserta didik diminta melengkapi daftar isian mengenai hal-hal yang telah dipelajari. Guru dapat menambahkan hal-hal lain yang dirasa perlu.
Peserta didik melakukan hal ini secara mandiri, guru hanya mendampingi dan memberi penjelasan jika ditanya.
Jangan mendesak peserta didik untuk menuliskan jawaban tertentu. Jika ada peserta didik yang mengisi kolom “Masih Perlu Belajar”, ajak peserta didik tersebut berdiskusi secara personal untuk mengetahui permasalahannya. Berikan padanya kegiatan pengayaan yang menyenangkan, dan jika perlu dikomunikasikan dengan orang tua.
VII. Kegiatan Pengayaan dan Remedial
Kegiatan Pengayaan :
Apabila peserta didik sudah lancer menulis, minta mereka menuliskan jawaban di buku tulis mereka.
Kegiatan Perancah:
Untuk peserta didik yang belum lancar membaca, berikan kegiatan pendampingan. Guru dapat menyiapkan sejumlah kata sulit untuk peserta didik berlatih. Peserta didik dapat diminta bekerja berpasangan. Guru juga dapat meminta orang tua atau kakak peserta didik untuk mendengarkan peserta didik berlatih membaca.
Jika ada peserta didik yang belum lancar membaca dan menulis, mintalah tolong kepada orang tua untuk membacakan buku, kemudian peserta didik mempresentasikan jurnalnya secara lisan.
Baca juga: Modul Ajar IPAS Kelas 5 Semester 1, Pedoman Guru dalam Proses Pembelajaran
Contoh modul ajar kelas 4 kurikulum merdeka di atas bisa menjadi referensi sekaligus panduan dalam melakukan perencanaan pembelajaran. Perencanaan pembelajaran yang baik akan membuat proses pembelajaran di kelas jadi lebih efektif. (WWN)
