Konten dari Pengguna

Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk Fase C - Fase F

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi modul ajar koding dan kecerdasan artifisial. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi modul ajar koding dan kecerdasan artifisial. Sumber: pexels.com

Koding dan Kecerdasan Artifisial menjadi mata pelajaran baru yang diajarkan mulai kepada siswa jenjang sekolah dasar hingga menengah. Itulah mengapa, tidak heran jika modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial banyak dicari.

Hal ini karena modul ajar tersebut akan digunakan oleh para guru sebagai panduan melakukan kegiatan pembelajaran di kelas. Dengan begitu, diharapkan materi bisa disampaikan dengan baik.

Rincian Modul Ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk Fase C - Fase F yang Perlu Dicatat

Ilustrasi modul ajar koding dan kecerdasan artifisial. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Naskah Akademik Pembelajaran Koding dan Kecerdasan Artifisial Pada Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu'ti dkk (2025), pembelajaran koding dan KA dirancang untuk memberikan dampak positif kepada peserta didik, seperti kemampuan berpikir logis dan analitis.

Berikut ini adalah rincian modul ajar koding dan kecerdasan artifisial untuk fase C sampai fase F yang diperuntukkan bagi siswa SD hingga SMA/SMK.

1. Fase C: SD dan Fondasi Awal Literasi Digital

Di jenjang SD, peserta didik akan dikenalkan pada konsep dasar berpikir komputasional, literasi digital, dan etika AI melalui pendekatan yang menyenangkan dan kontekstual.

Adapun untuk modulnya sendiri terdiri dari lima bagian utama, yakni Berpikir Komputasional, Literasi Digital, Etika AI, Pemanfaatan KA, dan Algoritma Dasar. Di sinilah siswa belajar bagaimana teknologi bekerja sambil tetap menanamkan nilai tanggung jawab dan kearifan lokal.

2. Fase D: SMP sebagai Jembatan Menuju Kemandirian Teknologi

Pada Fase D, modul KKA akan memperdalam dan fokus pada pemahaman siswa dengan fokus pada analisis data, pengembangan konten digital, penggunaan AI generatif, serta eksplorasi etika dan risiko KA.

Di sini, peserta didik mulai menggunakan perangkat lunak, berlatih membuat konten, dan menerapkan logika dalam membuat solusi digital. Modul disusun untuk menumbuhkan kreativitas sekaligus kesadaran sosial di dunia maya.

3. Fase E: SMA dan Implementasi AI dalam Kehidupan Nyata

Masuk Fase E, siswa SMA mulai belajar mengintegrasikan berbagai disiplin ilmu ke dalam proyek berbasis teknologi. Modul mencakup penguatan pedagogi HOTs (High Order Thinking Skills), pemrograman berbasis teks (seperti Python), dan pemahaman TPACK dalam desain pembelajaran. Fokus utama adalah menciptakan inovasi dengan pendekatan saintifik dan berorientasi solusi.

4. Fase F: SMK dan Vokasi AI untuk Dunia Industri

Siswa SMK di Fase F mendapatkan pendekatan yang lebih vokasional. Modul dirancang untuk membekali mereka dengan kemampuan praktikal seperti mengembangkan aplikasi, mengintegrasikan AI dalam proses bisnis dan industri, serta memahami data secara analitis. Penekanan pada use-case industri membuat KKA sangat relevan untuk kesiapan kerja lulusan SMK.

Baca Juga: Alasan Mengapa Algoritma Haruslah Benar dalam Koding

Itulah modul ajar Koding dan Kecerdasan Artifisial bagi siswa SD sampai SMA/SMK. Semoga bermanfaat. (Anne)