Konten dari Pengguna

Muhasabah Adalah Cara untuk Menjadi Lebih Baik dan Dalil yang Memperkuat

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Melakukan Introspeksi Diri Sebagai Evaluasi Diri. Foto: dok VeryWell Mind
zoom-in-whitePerbesar
Melakukan Introspeksi Diri Sebagai Evaluasi Diri. Foto: dok VeryWell Mind

Pernyataan muhasabah adalah cara untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Hal tersebut menyatakan bahwa untuk dapat berubah menjadi pribadi yang lebih baik, kita berarti harus banyak-banyak bermuhasabah.

Saat kita merasa telah banyak berbuat kesalahan dengan orang-orang di sekitar kita dan juga ingin meminta maaf dan berjanji untuk tidak mengulanginya kembali.

Muhasabah Adalah Cara Untuk Menjadi Pribadi yang Lebih Baik

Bermuhasabah Diri Untuk Memahami Apa yang Telah Dilakukan Foto: dok Women's Day

Setiap insan di muka bumi ini pasti ada keinginan untuk berubah menjadi lebih baik. Dengan keinginan tersebut, kita sebagai manusia harus memahami apa saja kesalahan-kesalahan yang telah kita perbuat, baik itu sengaja maupun tidak. Karena kita hanya sebagai manusia biasa yang tidak terlepas dari dosa dan juga kesalahan. Hal ini seperti yang telah tertuang pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi dan Ibnu Majah berikut ini:

كُلُّ بَنِيْ آدَمَ خَطَّاءٌ وَخَيْرُ الْخَطَّائِيْنَ التَّوَّابُوْنَ

Artinya: “Seluruh anak Adam berdosa, dan sebaik-baik orang yang berdosa adalah yang bertaubat.” (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Dari hadist tersebut kita dapat mengetahui bahwa kita sebagai anak adam yang juga berarti manusia, sudah pasti akan berbuat salah sekecil apapun. Namun begitu tak seharusnya membuat kita lepas tangan dan malah berbuat seenaknya. Sesuai hadis tersebut, sebaik-baiknya orang yang berdosa adalah orang yang bertaubat maka dari itu setelah kita muhasabah dan juga menyadari kesalahan kita, kita akan lebih baik bertaubat. Anjuran bermuhasabah dapat kita peroleh dari surat Al Hasyr ayat 18 berikut ini:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha waltanẓur nafsum mā qaddamat ligad, wattaqullāh, innallāha khabīrum bimā ta'malụn

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18).

Ayat tersebut menjelaskan bahwa kita sebagai umat manusia harus selalu mempersiapkan diri akan sudah berapa banyak amalan kebaikan kita yang kita lakukan untuk bekal di akhirat nanti. Maka dari itu hal-hal ini sejalan dengan pernyataan muhasabah adalah cara untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Maka dari itu, kita disarankan untuk banyak melakukan muhasabah diri atau introspeksi agar dapat menjadi pribadi yang lebih baik. (DA)