Muhasabah adalah Mawas Diri, Apa Saja Keutamaan dan Manfaatnya?

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah kamu mendengar istilah muhasabah dalam agama Islam? Muhasabah dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia diartikan sebagai mawas diri atau introspeksi diri, yakni peninjauan atau koreksi terhadap (perbuatan, sikap, kelemahan, kesalahan, dan sebagainya) diri sendiri.
Dalam agama Islam, muhasabah merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan, lho. Bahkan ada ayat Alquran yang mengisyaratkan manusia untuk melakukan muhasabah diri. Berikut adalah firman Allah SWT dalam Alquran terkait dengan anjuran untuk muhasabah diri:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Artinya,
“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah. Hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok. Bertakwalah kepada Allah. Sungguh, Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (Surat Al-Hasyr ayat 18).
Keutamaan dan Manfaat Muhasabah Diri dalam Agama Islam
Sebagai sebuah amalan yang dianjurkan dalam agama Islam, muhasabah memiliki keutamaan dan manfaat yang luar biasa. Muhasabah diri dipercaya dapat memberikan ketenangan dan kedamaian dalam jiwa seseorang.
Selain itu, muhasabah juga dapat mendorong seseorang ke arah kehidupan yang bermakna serta memotivasinya untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Berikut adalah manfaat muhasabah diri menurut Ibnul Qayyim:
Mengetahui aib sendiri
Dapat membuat seseorang menjadi kritis pada diri sendiri dalam menunaikan hak Allah SWT
Membantu seseorang untuk muraqabah; merasa selalu dilihat dan diawasi oleh Allah SWT
Dapat memperbaiki hablum minannas atau hubungan sesama manusia
Terhindar dari sifat munafik
Membukakan pintu kehinaan dan ketundukan di hadapan Allah SWT
Dapat menempati surga Firdaus serta memandang wajah Rabb yang Mulia lagi Maha Suci.
Nah, itulah sedikit ulasan mengenai muhasabah, ketuamaan dan manfaatnya dalam agama Islam. Lantas, tunggu apalagi? Yuk, muhasabah diri! (RYFA)
