Konten dari Pengguna

Muhasabah Artinya Introspeksi Diri dan Penjelasannya Dalam Alquran

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Muhasabah Diri Sebagai Bentuk Memperbaiki Diri. Foto: dok Health, Nutrition & Lifestyle Coaching
zoom-in-whitePerbesar
Muhasabah Diri Sebagai Bentuk Memperbaiki Diri. Foto: dok Health, Nutrition & Lifestyle Coaching

Sebagai seorang manusia biasa, melakukan kesalahan menjadi sesuatu yang lumrah dilakukan. Meski begitu, kita tetap harus memperbaiki diri dengan memahami kesalahan yang telah kita perbuat pada masa lalu dan tidak mengulanginya kembali. Hal ini dapat kita lakukan dengan muhasabah. Muhasabah artinya introspeksi diri, hal ini juga dijelaskan dalam ayat Alquran.

Muhasabah Artinya Introspeksi Diri, Bagaimana Penjelasannya dalam Alquran?

Muhasabah yang berasal dari kata hisab dalam bahasa Arab berarti melakukan perhitungan, namun secara istilah muhasabah artinya mengevaluasi diri dari hal-hal atau perbuatan yang telah dilakukan pada masa lalu hingga saat ini. Muhasabah artinya introspeksi diri yang juga bermakna wawas diri.

Melakukan Introspeksi Diri Untuk Mengevaluasi Diri. Foto: dok VentureFizz

Mawas diri atau muhasabah ini dilakukan dengan mengamati diri sendiri, mulai dari sikap dan perbuatan yang dilakukan kepada orang lain atau bahkan diri sendiri. Hal ini perlu dilakukan oleh semua orang untuk dapat memperbaiki kesalahan-kesalahan kita sehingga kita tidak perlu melakukan kesalahan tersebut untuk kedua kalinya. Muhasabah artinya memperhatikan diri dalam perbuatan yang dilakukannya, hal ini seperti yang dijelaskan dalam surat Al Hasyr ayat 18 yang berbunyi:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَلْتَنْظُرْ نَفْسٌ مَا قَدَّمَتْ لِغَدٍ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Hasyr: 18).

Ayat tersebut menjelaskan betapa pentingnya muhasabah atau introspeksi diri karena perbuatan yang kita lakukan di dunia akan membawa dampak bagi kehidupan kita di akhirat. Maka dari itu, dengan melakukan muhasabah diri juga kita dapat memperbaiki kesalahan yang telah kita perbuat dengan melakukan taubat nasuha atau taubat sungguh-sungguh dan tidak mau mengulanginya kembali.

Taubat ini perlu dilakukan agar seluruh kesalahan yang telah kita perbuat dapat diampuni oleh Allah sehingga dosa-dosa kita berkurang. Selain itu, dengan melakukan muhasabah juga dapat menuntun kita menjadi pribadi yang jauh lebih baik. Di samping dapat mentaubati kesalahan yang telah diperbuat, kita juga dapat menambah hal-hal baik dalam diri kita yang belum kita perbuat sebelumnya. Semoga setelah melakukan muhasabah kita dapat menjadi seseorang yang jauh lebih baik lagi di masa yang akan datang. (DA)