Konten dari Pengguna

Muhasabah Cinta untuk Membentengi Diri dari Keburukan Cinta

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Muhasabah Cinta. Sumber: Michael Fenton-Unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Muhasabah Cinta. Sumber: Michael Fenton-Unsplash.com

Sebenarnya, apakah ada muhasabah cinta itu ada dalam ajaran Islam? Untuk mengetahui hal tersebut, artikel kali ini akan mengulas tentang definisi muhasabah. Pastikan membaca hingga akhir agar bisa memahaminya dengan baik.

Secara asal usul kata atau etimologis, muhasabah berasal dari kata hasiba yahsabu hisab yang artinya adalah melakukan perhitungan. Kemudian, beberapa sumber syari juga mengemukakan makna muhasabah sebagai upaya evaluasi diri. Jadi, muhasabah itu sendiri dapat diartikan sebagai proses atau upaya diri dalam melakukan evaluasi terhadap segala kebaikan dan keburukan yang dimiliki.

Anda bisa melakukan muhasabah kapan pun dan mana pun, kecuali di kamar mandi sebab di sana terdapat banyak najis dan kotoran. Adapun cara-cara sederhana yang baik dilakukan dalam muhasabah, yaitu:

  • Meneguhkan niat untuk bermuhasabah karena Allah SWT.

  • Menuliskan kekurangan dan kelebihan diri secara jujur.

  • Mengikhlaskan kekurangan dan mengusahakan untuk memperbaikinya di kemudian hari.

  • Menjaga amalan baik dan memohon keteguhan hati pada Allah SWT.

  • Menerima masukkan dari orang sekitar.

Memberikan energi positif dengan berdamai dengan kesalahan (tidak menyalahkan diri berlarut-larut) serta meyakinkan bahwa diri bisa menjadi orang yang lebih baik.

Lalu, Apakah Ada Kekhususan Muhasabah Cinta?

Belum ada informasi yang valid mengenai muhasabah cinta. Namun, pada dasarnya muhasabah bisa dilakukan karena berbagai sebab dan keperluan. Kalau muhasabah cinta yang dimaksud adalah mengevaluasi kebaikan dan keburukan sikap terhadap pacar sepertinya itu bukan muhasabah yang tepat.

Mengapa demikian? Karena dalam Islam tidak ada istilah atau pun ajaran tentang pacaran. Allah memberikan perasaan cinta kepada setiap makhluk-Nya. Bersama itu pula Allah menguji kecintaan hamba kepada-Nya melalui cinta. Jika cinta kepada lawan jenis karena Allah tentu setiap orang akan melaksanakan perintah Allah dengan melakukan taaruf hingga menikah bukan menempuh jalan yang dimurkai Allah seperti berzina.

Akhir kata, jika Anda memiliki pemahaman agama yang lebih baik dan menemukan kekurangan dalam pembahasan ini silakan tulis saran Anda di kolom komentar, ya! Semoga kita selalu dalam lindungan Allah SWT dan dijauhkan dari murka-Nya, Aamiin. (AG)