Nabi Penerima Kitab Taurat beserta Isinya tentang Allah SWT

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam agama Islam, terdapat 6 perkara yang wajib diimani yang disebut dengan rukun iman, misalnya saja iman kepada kitab-kitab Allah. Kitab yang Allah turunkan kepada nabi-Nya sendiri terdiri dari 4 dan Taurat adalah salah satunya. Lantas, siapakah nabi yang menerima kitab Taurat dan apa isi yang ada di dalamnya?
Nabi Penerima Kitab Taurat beserta Isinya tentang Allah SWT
Kitab Taurat adalah sebuah kitab yang Allah SWT turunkan di Gunung Sinai kepada Nabi Musa AS yang berpuasa selama 30 hari yang disempurnakan menjadi 40 hari. Nama Taurat berarti hukum atau syariat.
Turunnya Kitab Taurat tentunya memiliki alasan tertentu. Sebagaimana yang dijelaskan Tri Astuti S.Pd.I. dalam buku Pedoman Umum Pelajar Rangkuman Ilmu Pendidikan Agama Islam Lengkap SD Kelas 4,5,6 (2015:53), Kitab Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa AS dengan tujuan sebagai petunjuk bagi Nabi Musa dan kaumnya.
Baca juga: Kisah Nabi Musa dan Gunung Sinai
Allah SWT berasabda,
ثُمَّ آتَيْنَا مُوسَى الْكِتَابَ تَمَامًا عَلَى الَّذِي أَحْسَنَ وَتَفْصِيلًا لِكُلِّ شَيْءٍ وَهُدًى وَرَحْمَةً لَعَلَّهُمْ بِلِقَاءِ رَبِّهِمْ يُؤْمِنُونَ
Artinya, “Kemudian Kami telah memberikan Al Kitab (Taurat) kepada Musa untuk menyempurnakan (nikmat Kami) kepada orang yang berbuat kebaikan, dan untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk dan rahmat, agar mereka beriman (bahwa) mereka akan menemui Tuhan mereka.” (QS. Al-An’am: 154)
Isi Kitab Taurat
Kitab Taurat berisi perkara tentang akidah dan peraturan yang dikenal dengan The Ten Commandments. 10 ajaran pokok tersebut yakni:
Mengakui ke-Esaan Allah.
Larangan menyembah patung-patung dan berhala.
Larangan menyebut nama Tuhan Allah dengan sia-sia.
Memuliakan hari Sabtu.
Menghormati ayah dan ibu.
Larangan membunuh sesama manusia.
Larangan berbuat zina.
Larangan mencuri.
Larangan menjadi saksi palsu.
Larangan punya keinginan memiliki hak orang lain.
Alasan Beriman kepada Kitab-Kitab Allah
Meskipun kitab utama umat Islam adalah Al-Quran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW, namun umat Islam tetap diperintahkan untuk mengimani kitab-kitab sebelumnya. Tujuan kewajiban beriman kepada kitab-kitab Allah SWT cukup beragam, di antaranya:
Pedoman agar manusia tidak saling berselisih dalam menentukan kebenaran.
Memberikan informasi sejarah kehidupan orang-orang terdahulu dan menjadi pelajaran hidup yang berharga bagi umat manusia saat ini.
Mengetahui tentang sejarah dan isi dari Kitab Taurat yang diturunkanuntuk Nabi Musa AS dapat menambah keimanan. Selain itu, kita juga dapat mengetahui kebesaran Allah SWT yang sudah ada sejak zaman dahulu untuk membimbing makhluk-Nya ke dalam jalan kebenaran.(MZM)
