Konten dari Pengguna

Nada yang Digunakan dalam Kebiasaan Sehari-hari Lagu Tradisional Jawa

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Dalam kebiasaan sehari-hari lagu tradisional dari jawa selalu menggunakan nada, sumber: unsplash/MathisJrdl
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Dalam kebiasaan sehari-hari lagu tradisional dari jawa selalu menggunakan nada, sumber: unsplash/MathisJrdl

Dalam kebiasaan sehari-hari, lagu tradisional dari Jawa selalu menggunakan nada yang berasal dari alat musik tradisional. Lagu tradisional memiliki ciri-ciri khusus yang bisa diamati dari segi nadanya.

Seperti yang diketahui, jenis-jenis nada dibedakan menjadi tiga, yakni diatonis, pentatonis, dan kromatis. Adapun salah satu dari ketiga nada tersebut digunakan pada lagu tradisional Jawa.

Nada yang Digunakan dalam Lagu Tradisional Jawa

Ilustrasi Dalam kebiasaan sehari-hari lagu tradisional dari jawa selalu menggunakan nada , sumber: unsplash/MufidMajnun

Dalam kebiasaan sehari-hari, lagu tradisional dari Jawa selalu menggunakan nada pentatonis. Tangga nada ini merupakan tangga nada yang terdiri dari lima nada pokok.

Pentatonis umumnya digunakan pada musik daerah yang menggunakan alat musik tradisional. Contohnya, seperti alat musik karawitan Jawa dan Sunda.

Tangga nada ini dibedakan berdasarkan jarak antarnada dan variasi nada yang didengar. Setidaknya, ada dua jenis pentatonis, yakni pelog dan slendro.

Pentatonis adalah tangga nada yang tua karena telah ada sejak awal perkembangan musik. Tidak heran jika tangga nada ini mudah dijumpai di berbagai musik dunia, baik itu musik tradisional maupun modern.

Jenis Tangga Nada Pentatonis

Ilustrasi Dalam kebiasaan sehari-hari lagu tradisional dari jawa selalu menggunakan nada pentatonis, sumber: pexels/ArtemBeliakin

Tangga nada pentatonis terbagi menjadi dua, yakni pelog dan slendrio. Mengutip buku Pengantar Pendidikan Seni oleh Fithri Meiliawati (2023), penjelasannya yakni sebagai berikut:

1. Pentatonis Pelog

Tangga nada pentatonis pelog bersifat menenangkan dan mengandung kesan penghormatan. Perbedaan jarak antara tangga nada pelog cukup besar, yakni do, mi, fa, sol, dan si.

Tangga nada pelog terdiri dari lima nada yang umumnya digunakan pada alat musik gamelan Jawa dan Bali. Contoh lagunya yaitu Tari Bali dari Bali, Gambang Suling dari Jawa Tengah, dan Jamuran dari Jawa Timur.

2. Pentatonis Slendro

Tangga nada slendro mempunyai ciri khas yang menyenangkan, berani, lincah, dan gembira. Jika tangga nada pelog memiliki jarak nada yang cukup besar, lain halnya dengan slendro yang memiliki jarak cukup kecil antarnadanya. Tangga nada pentatonis slendro juga terbagi menjadi lima, yakni do, re, mi, sol, dan la.

Beberapa contoh lagu daerah yang menggunakan tangga nada slendro, yaitu Lir Ilir dari Jawa Tengah, Keraban Sape ldari Jawa Tengah, dan Cing Cangkeling dari Jawa Barat.

Baca juga: Apa Perbedaan Tangga Nada Pelog dan Slendro? Ini Penjelasannya

Jadi, salam kebiasaan sehari-hari lagu tradisional dari jawa selalu menggunakan nada pentatonis. Tangga nada ini dibedakan menjadi pelog dan slendro yang masing-masing memiliki keunikannya tersendiri. (DLA)