Nama Hari Ditimbangnya Amal Manusia Selama Hidup di Dunia dan Dalilnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap manusia akan dimintai pertanggungjawaban selama hidupnya di akhirat nanti. Nama hari ditimbangnya amal manusia selama hidup di dunia adalah yaumul hisab.
Pada hari tersebut, setiap perbuatan akan diperhitungkan Allah SWT tanpa ada yang tertinggal. Bahkan, pada penimbangan amal ini, tidak ada satupun yang dirugikan dan akan dimintai pertanggung jawaban akan apa yang telah diperbuat.
Hari Ditimbangnya Amal Manusia
Secara bahasa , kata hisab (الحساب) berarti menghitung. Sedangkan menurut Qomarudin Syarif dalam bukunya Hisab Power Rahasia Dahsyat Menggapai Kesuksesan Permanen (2013), hisab adalah sebuah rangkaian di hari akhir untuk menghitung amal, ibadah, dan kebajikan manusia yang telah dilakukan selama hidup di dunia.
Allah SWT bersabda,
إِنَّ إِلَيْنَا إِيَابَهُمْ ثُمَّ إِنَّ عَلَيْنَا حِسَابَهُمْ
“Sungguh, kepada Kami-lah mereka kembali. kemudian sesungguhnya (kewajiban) Kami-lah membuat perhitungan atas mereka.” (QS. Al-Ghasyiyah: 25-26)
Pada hari tersebut, manusia akan digolongkan menjadi beberapa bagian, yakni:
1. Orang yang Tidak Dihisab
Golongan pertama adalah orang yang tidak dihisab karena memiliki tauhid dan tawakal kepada Allah SWT secara sempurna.
Rasulullah SAW bersabda,
“Dari umatku, ada tujuh puluh ribu orang yang akan masuk ke dalam surga tanpa hisab. Mereka adalah orang-orang yang tidak minta ruqyah, tidak ber tathayyur (beranggapan sial karena suatu hal), dan mereka hanya bertawakal kepada Rabb mereka.” (HR. Bukhari no. 6472)
2. Orang yang Dihisab dengan Mudah
Golongan kedua adalah mereka yang dihisab Allah SWT secara mudah. Allah SWT berfirman,
فَأَمَّا مَنْ أُوتِيَ كِتَابَهُ بِيَمِينِهِ ,فَسَوْفَ يُحَاسَبُ حِسَابًا يَسِيرًا
“Adapun orang yang diberikan kitabnya dari sebelah kanannya, maka dia akan diperiksa (dihisab) dengan pemeriksaan yang mudah.” (QS. Al-Insyiqaq: 7-8)
Menurut Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan bahwa ayat di atas menjelaskan perhitungan secara mudah, tanpa kesulitan. Sebab, dihisabnya seseorang dilakukan secara tidak mendetail. Karena sesungguhnya orang yang diperiksa dengan mendetail akan binasa.
3. Orang yang Dihisab dengan Susah
Golongan terakhir adalah mereka yang dihisab dengan susah dan penuh kesakitan. Mereka akan diperiksa secara mendetail perbuatannya selama di dunia. Allah SWT bersabda,
الْيَوْمَ نَخْتِمُ عَلَىٰ أَفْوَاهِهِمْ وَتُكَلِّمُنَا أَيْدِيهِمْ وَتَشْهَدُ أَرْجُلُهُم بِمَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
“Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksian lah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.” (QS. Yasin: 65)
Menurut Ibnu Katsir, ayat di atas menceritakan keadaan orang-orang kafir dan orang-orang munafik kelak di hari kiamat ketika mereka mengingkari perbuatan jahat mereka di dunia dan mengucapkan sumpah untuk itu.
Maka Allah mengunci mulut mereka dan dibiarkanlah oleh-Nya semua anggota tubuh lainnya berbicara menjadi saksi atas apa yang telah mereka perbuat.
Baca Juga: Perbedaan Yaumul Mizan dan Yaumul Hisab yang Wajib Dipahami Umat Islam
Dengan mengetahui nama hari ditimbangnya amal manusia selama hidup di dunia membuat tersadar bahwa setiap hal akan diminta pertanggungjawaban. Bahkan, bukan mulut yang menjawab, namun bagian tubuh lainnya sehinga tidak pembohongan.(MZM)
