Konten dari Pengguna

Nama Lain dari Kata Amanah dan Pengertiannya dalam Ajaran Islam

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Nama Lain dari Kata Amanah Foto:Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Nama Lain dari Kata Amanah Foto:Unsplash

Amanah merupakan sifat wajib Nabi Muhammad saw yang patut kita teladani. Nama lain kata amanah disebut juga dengan wadiah. Simak pengertiannya dalam ajaran Islam berikut ini.

Pentingnya menjaga amanah terdapat pada sabda Nabi Muhammad saw berikut ini,

"Apabila amanah telah disia-siakan, tunggulah saat kehancurannya. Seorang sahabat bertanya, Ya Rasulullah, bagaimana maksud menyia-nyiakan amanah itu? Nabi menjawab, yaitu menyerahkan suatu urusan ditangani oleh orang yang bukan ahlinya. Untuk itu tunggulah kehancuran urusan tersebut"(H.R. Bukhari).

Nama Lain dari Kata Amanah

Nama Lain dari Kata Amanah Foto:Unsplash

Kata amanah disebut juga dengan al-wadi'ah dalam bahasa Arab. Secara etimologi, wadiah memiliki arti titipan murni (amanah) yang harus dijaga dan dikembalikan kapan saja bila dikehendaki.

Pengertian wadiah dijelaskan dalam buku Koperasi BMT: Teori, Aplikasi, dan Inovasi yang disusun oleh Shochrul Rohmatul Ajija, Ahmad Hudaifah (2018:123). Berdasarkan buku tersebut, pengertian wadiah adalah memberikan kekuasaan kepada orang lain atau lembaga untuk menjaga hartanya.

Rukun dan Syarat Wadiah

Berdasarkan Kitab Hukum Ekonomi Syariah Pasal 370, rukun wadiah menurut jumhur ulama antara lain;

  1. Orang yang menitipkan dan dititipi.

  2. Barang yang dititipkan.

  3. Sighat, berupa serah terima (ijab qabul) dalam bentuk lisan atau tindakan.

Nama Lain dari Kata Amanah dalam Islam Foto:Unsplash

Adapun syarat-syarat benda wadiah adalah sebagai berikut,

  1. Benda yang dititipkan disyaratkan harus benda yang bisa disimpan.

  2. Benda yang dititipkan harus benda yang memiliki nilai atau qimah dan dipandang sebagai maal.

  3. Sighat adalah ijab dan qabul. Syarat sighat adalah ijab harus dinyatakan dengan ucapan atau perbuatan. Contoh, saya titipkan barang ini kepada Anda.

Akad wadiah banyak digunakan dalam sistem perbankan syariah. Secara umum, penerapan akad wadiah dalam bank syariah dibagi menjadi dua jenis, yaitu;

  • Wadiah yad al-amanah.

Harta atau barang titipan tidak boleh dimanfaatkan dan digunakan oleh penerima titipan. Sebagai kompensasi, akan dibebankan biaya kepada yang menitipkan. Contoh, safe deposit box.

  • Wadiah yad ad-dhamanah.

Harta atau barang titipan boleh dan dapat dimanfaatkan oleh penerima titipan. Contoh, produk bank syariah.

Nama lain amanah disebut juga dengan wadiah. Hal itu berdasarkan Allah menyebut kata wadiah dengan kata amanah di beberapa ayat Al-Quran.(DK)