Nama Lain Durhaka kepada Orang Tua dalam Bahasa Agama dan Penjelasannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam bahasa agama, durhaka kepada orang tua dinamakan uququl walidain. Sikap ini dilarang dalam agama Islam. Bahkan, dosa yang besar dapat diperoleh anak bila durhaka kepada orang tua.
Lawan dari sikap ini adalah berbakti atau birrul walidain. Sikap inilah yang harus diterapkan anak dalam kehidupan sehari-hari.
Nama Lain Durhaka kepada Orang Tua dalam Bahasa Agama
Menurut buku Akidah Akhlak Madrasah Ibtidaiyah Kelas III, Fida’ Abdillah dan Yusak Burhanudin (2021: 171), durhaka merupakan segala bentuk perilaku yang menunjukkan ketidaktaatan pada orang lain. Bentuknya dapat berupa perselisihan atau menyakiti hati.
Durhaka biasanya dikaitkan dengan perilaku tidak baik anak kepada orang tua. Dalam bahasa agama, durhaka kepada orang tua dinamakan uququl walidain. Sikap ini dilarang dalam agama Islam. Hal ini disebutkan dalam suatu hadis sebagai berikut.
Dari Al Mughirah bin Syu`bah dari Nabi shallallahu `alaihi wasallam beliau bersabda: "Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian untuk durhaka pada kedua orang tua, tidak suka memberi namun suka meminta-minta serta mengubur anak perempuan hidup-hidup. Serta membenci atas kalian tiga perkara, yakni suka desas-desus, banyak bertanya serta menyia-nyiakan harta." (HR. Bukhari)
Bagaimanapun juga, orang tualah yang bertugas untuk mengajari anak agar tidak durhaka. Caranya dengan menerapkan sikap-sikap baik sehingga ditiru oleh anak dan mengajarkan ilmu agama yang cukup.
Perilaku Berbakti kepada Orang Tua
Seperti yang telah disebutkan di atas, lawan dari uququl walidain adalah birrul walidain. Secara lengkap, birrul walidain merupakan perbuatan baik sebagai bentuk kebaktian kepada orang tua. Dengan demikian, orang tua akan merasa bahagia.
Contoh perilaku berbakti adalah sebagai berikut:
Menyayangi orang tua
Bertutur kata lembut
Sopan kepada orang tua
Membantu orang tua
Dan lain sebagainya
Supaya anak bisa berbakti, perilaku di atas perlu diterapkan oleh orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, anak bisa memahami mengapa berbakti kepada orang tua itu penting.
Baca juga: Alasan Mengapa Kita Harus Berbakti kepada Orang Tua
Jadi dalam bahasa agama, durhaka kepada orang tua dinamakan uququl walidain. Lawannya adalah birrul walidain atau berbakti kepada orang tua. (LOV)
