Konten dari Pengguna

Nama Prasasti Berbahasa Indonesia yang Ditemukan pada Tahun 683 Masehi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Prasasti. Foto: dok. Charl Folscher (Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Prasasti. Foto: dok. Charl Folscher (Unsplash.com)

Sederet kerajaan yang pernah berdaulat dan menguasai berbagai daerah di Indonesia meninggalkan berbagai benda bersejarah, salah satunya adalah prasasti berbahasa Indonesia yang ditemukan pada tahun 683 masehi adalah Prasasti Kedukan Bukit. Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai sejarah singkat prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya ini, langsung saja kita simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Prasasti Berbahasa Indonesia yang Ditemukan pada Tahun 683 Masehi dan Lokasi Penemuannya

Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki sejarah kerajaan besar di beberapa wilayah Indonesia dan sekitarnya. Salah satu kerajaan terbesar yang sempat menguasai beberapa wilayah di Indonesia adalah Kerajaan Sriwijaya. Kerajaan yang berpusat di Palembang ini juga disebut sebagai kerajaan maritim terbesar di Indonesia.

Sebagaimana yang dipaparkan dalam buku berjudul Sejarah Politik dan Kekuasaan yang disusun oleh Tappil Rambe, ‎Pristi Suhendro Lukitoyo, ‎Syahrul Nizar Saragih (2019: 62) yang menyebutkan bahwa Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan maritim yang cukup besar, karena wilayah ini dilalui oleh perdagangan internasional.

Ilustrasi Prasasti. Foto: dok. Mick Haupt (Unsplash.com)

Selain perdagangan internasional, Kerajaan yang berdiri di pulau Sumatra ini juga menguasai jalur perdagangan melalui Selat Malaka, Selat Sunda, dan Semenanjung Malaya. Maka dari itu, Kerajaan ini disebut sebagai Kerajaan Maritim terbesar bahkan terkuat di Nusantara.

Daerah kekuasaan Kerajaan Sriwijaya juga terbilang cukup luas. Sederet daerah yang dikuasai kerajaan ini mulai dari Sumatra, Kepulauan Riau, Bangka Belitung, Singapura, Semenanjung Malaka, Kalimantan, Jawa Barat, Jawa Tengah, Thailand, Kamboja, hingga Vietnam Selatan.

Kerajaan Sriwijaya ini juga memiliki sederet benda peninggalan bersejarah. Salah satu peninggalan Kerajaan Sriwijaya berupa prasasti berbahasa Indonesia yang ditemukan pada tahun 683 masehi adalah Prasasti Kedukan Bukit. Prasasti ini berisi cerita tentang siddhayatra atau pawai kemenangan.

Lebih lengkap, penjelasan mengenai prasasti Kedukan Bukit ini dipaparkan dalam Ensiklopedi Perkembangan Bahasa Indonesia: Bahasa Proto-Austronesia (5000 SM) dan Bahasa Melayu Kuno (0 – 1400 M) yang ditulis oleh Yunus Syam dkk (2021: 7).

Ilustrasi Prasasti. Foto: dok. Daniela Turcanu (Unsplash.com)

Dikutip dari buku tersebut bahwa prasasti Kedukan Bukit ditemukan di Kedukan Bukit, di tepi sungai Talang dekat Palembang. Prasasti berangka tahun 605 saka (683 Masehi) ini berisi cerita tentang siddhayatra (pawai kemenangan) yang dilakukan oleh Dapunta Hyang, bersama lebih dari 20.000 prajurit, atas ditaklukannya Melayu oleh Sriwijaya.

Pada bagian terakhir prasasti terdapat kata “jayasiddhayatra” yang berarti “perjalanan jaya.” Prasasti Kedukan Bukit ini berbentuk batu kecil berukuran 45 × 80 cm dan ditulis dalam aksara Pallawa. Saat ini prasasti Kedukan Bukit disimpan di Museum Nasional Indonesia.

Penjelasan singkat mengenai sejarah prasasti berbahasa Indonesia yang ditemukan pada tahun 683 masehi adalah Prasasti Kedukan Bukit lengkap dengan lokasi penemuannya dapat Anda ketahui untuk memperluas wawasan Anda mengenai sejarah Indonesia. (DAP)