Naskah Sumpah Pemuda dan Sejarah Pembentukannya

Penulis kumparan
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Naskah Sumpah Pemuda adalah ikrar pemuda-pemudi Indonesia yang digagas oleh Persatuan Pelajar-Pelajar Indonesia (PPPI) dan dihadiri berbagai organisasi pemuda lainnya.
Sumpah berarti janji yang harus ditepati, sehingga Sumpah Pemuda berarti janji yang harus senantiasa ditepati oleh para pemuda Indonesia.
Sejarah Pembentukan Naskah Sumpah Pemuda
Dilansir dari situs resmi Museum Sumpah Pemuda, pada tahun 1908, rakyat Indonesia mulai sadar untuk bersatu melawan penjajah. Jadi, para pemuda di berbagai wilayah Indonesia mulai membentuk organisasi untuk menentang penjajah.
Lalu pada tahun 1928, rasa kebangsaan dan persatuan Indonesia mulai tercermin, sehingga bangsa Indonesia semakin bercita-cita untuk bisa merdeka dari penjajahan.
Setelah Kongres Pemuda I dilaksanakan di Bandung, PPPI pun memprakarsai Kongres Pemuda II di Batavia (Jakarta) dan meminta seluruh organisasi pemuda untuk mengadakan fusi.
Dilaksanakan pada 27-28 Oktober 1928 di 3 tempat yang berbeda, inilah rincian mengenai 3 rapat yang dilaksanakan:
Rapat Pertama
Rapat pertama dilaksanakan di Gedung Katholieke Jongenlingen Bond (KJB) pada Sabtu 27 Oktober 1928, di mana Mohammad Yamin menguraikan pentingnya hubungan persatuan dengan pemuda. Beliau juga mengemukakan 5 faktor yang bisa mempererat persatuan Indonesia, yakni bahasa, sejarah, pendidikan, hukum adat, dan kemauan.
Rapat Kedua
Rapat kedua dilaksanakan pada Minggu, 28 Oktober 1928 di Gedung Oost-Java Bioscoop untuk membahas pendidikan. Rapat ini menghasilkan pemahaman bahwa setiap anak Indonesia harus memperoleh pengetahuan kebangsaan dan pendidikan secara demokratis. Selain itu, harus ada keseimbangan juga antara pendidikan di rumah dan sekolah.
Rapat Ketiga
Rapat ketiga bisa dibilang merupakan sesi lanjutan dari rapat kedua, karena dilaksanakan pada hari yang sama di gedung yang berbeda, yakni Indonesische Clubhuis Kramat.
Di dalam rapat ini, dijelaskan pentingnya demokrasi dan nasionalisme di samping gerakan kepanduan. Karena itu, kepanduan tidak bisa dipisahkan dari pergerakan nasional. Rapat inu juga menghasilkan rumusan kongres sebagai sumpah setia, yaitu Sumpah Pemuda.
Naskah Sumpah Pemuda
Inilah naskah Sumpah Pemuda tersebut:
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia.
Kami putra dan putri Indonesia menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.
Mari hayati naskah Sumpah Pemuda di atas dan terus jaga persatuan Indonesia.(BRP)
