News
·
26 Juli 2021 11:44
·
waktu baca 2 menit

Naskah Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan Sejarah Penyusunannya

Konten ini diproduksi oleh Berita Terkini
Naskah Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan Sejarah Penyusunannya (10270)
searchPerbesar
Teks proklamasi kemerdekaan Indonesia merupakan buah pikir dari tiga tokoh bersejarah yaitu Soekarno, Moh. Hatta dan Ahmad Soebardjo. Dalam proses penyusunannya, tentu para perumus teks proklamasi telah melalui proses yang cukup panjang dan tidak mudah.
ADVERTISEMENT
Dikutip dari buku Merajut Damai dalam Kebinekaan oleh Ahmad Nurkholis (2017: 18), penyusunan dan pembacaan teks proklamasi merupakan wujud konkret dari semangat gotong royong para pendiri bangsa dalam membangun ketatanegaraan.
Para tokoh pergerakan, baik golongan tua maupun golongan muda saling bekerja sama untuk menciptakan momen sakral proklamasi yang telah diidam-idamkan bangsa Indonesia selama ini. Tentunya, proklamasi kemerdekaan menjadi tonggak awal berdirinya Negara Indonesia yang merdeka dan terbebas dari penjajahan.
Penculikan Soekarno-Hatta ke rengasdengklok
Pada tanggal 16 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta diculik oleh golongan muda ke Rengasdengklok. Hal ini bertujuan agar golongan tua tidak terpengaruh oleh bujuk rayu Jepang. Selanjutnya, Ahmad Soebardjo datang ke Rengasdengklok untuk meminta golongan muda agar melepaskan Soekarno dan Hatta. Sebagai syarat, golongan muda bersedia melepaskan mereka berdua asalkan proklamasi dapat diumumkan esok harinya pada 17 Agustus 1945.
ADVERTISEMENT

Proses Perumusan Teks Proklamasi

Naskah Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dan Sejarah Penyusunannya (10271)
searchPerbesar
Proses perumusan naskah proklamasi dilaksanakan di rumah Laksamana Tadashi Maeda pada dini hari, 17 Agustus 1945. Dalam satu ruangan, Soekarno bersama Hatta, Ahmad, Sayuti Melik dan Sukarni berdiskusi untuk merumuskan teks proklamasi.
Hatta ditunjuk sebagai penyusun teks, sedangkan Sayuti Melik yang mengetik naskahnya. Adapun Soekarno bertugas menjadi pembaca teks proklamasi.
Perubahan Teks Proklamasi
Teks proklamasi dibuat dalam tulisan tangan dan naskah ketik. Setelah naskah disetujui, Soekarno meminta Sayuti Melik untuk mengetiknya. Namun, Sayuti Melik tidak hanya mengetik, tetapi juga mengubah beberapa bagian diksi. Perubahan diksi tersebut yaitu sebagai berikut:
• Tempoh berubah menjadi tempo
• Djakarta, 17-8-’05 menjadi Djakarta, hari 17 boelan 8 tahun ‘05
• Wakil bangsa Indonesia menjadi Atas Nama Bangsa Indonesia
ADVERTISEMENT
Bunyi Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia
Berikut adalah bunyi teks proklamasi kemerdekaan Indonesia versi ketikan dan tulisan tangan:
1. Naskah yang diketik:
"Kami bangsa Indonesia dengan ini menyatakan kemerdekaan Indonesia. Hal-hal yang mengenai pemindahan kekuasaan dan lain-lain diselenggarakan dengan cara seksama dan dalam tempo yang sesingkat-singkatnya. Djakarta, hari 17 boelan 8 tahun 05. Atas Nama bangsa Indonesia.
2. Naskah yang ditulis tangan:
"Proklamasi. Kami, bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan Indonesia. Hal2 yang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja. Djakarta, 17-8-'05. Wakil2 bangsa Indonesia."
(DLA)