Konten dari Pengguna

Niat Berbuka Puasa Ramadhan dan Amalan yang Disunnahkan

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi membaca niat buka puasa Ramadhan. Foto: pexels.com/thirdman
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi membaca niat buka puasa Ramadhan. Foto: pexels.com/thirdman

Setalah menahan rasa haus, lapar, dan nafsu syahwat dari terbitnya fajar, umat Islam bisa menyantap hidangan buka puasa ketika adzan maghrib dikumandangkan. Namun sebelum menyantap hidangan, umat Islam diperkenankan untuk membaca niat berbuka puasa Ramadhan.

Selain itu, terdapat beberapa amalan yang disunnahkan yang sayang apabila sampai dilewatkan. Apa sajakah itu?

Berikut bacaan niat dan amalan-amalan yang disunnahkan sebelum berbuka puasa.

Niat Berbuka Puasa Ramadhan dan Amalan yang Disunnahkan

Puasa Ramadhan adalah satu dari lima tiang agama Islam. Sehingga, diwajibkan untuk setiap umat Islam menunaikan ibadah puasa selam satu bulan, kecuali bagi yang memiliki halangan tertentu.

Ketika berpuasa, azan maghrib merupakan hal yang sangat ditunggu-tunggu. Sebab umat Islam bisa menyantap hidangan setelah menahan lapar dan haus. Namun sebelum memulai menyantap hidangan buka puasa Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk membaca niat.

Adapun bacaan niat berbuka puasa Ramadhan yang dapat diamalkan umat Islam yang dikutip dari buku Buku Induk Doa dan Zikir karya Kasimun (2018:421-422), yakni:

Niat Buka Puasa Ramadhan Pertama

ذَهَبَ الظَّمَأُ وَابْتَلَّتِ الْعُرُوقُ، وَثَبَتَ الأَجْرُ إِنْ شَاءَ اللهُ

Dzahabaz zhama'u wabtallatil 'uruqu wa tsabatal ajru, insyaallah

Artinya: “Telah hilang rasa haus, dan urat-urat telah basah serta pahala telah tetap, insya Allah.” (HR. Abu Daud no. 2357, An-Nasa’i no. 3315, At-Thabrani no. 14087, dan Al-Baihaqi no. 1390)

Niat Buka Puasa Ramadhan Kedua

اَللّهُمَّ لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَى رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ بِرَحْمَتِكَ يَا اَرْحَمَ الرَّحِمِيْنَ

Allahumma laka shumtu wa bika amantu wa'ala rizqika afthartu. Birrahmatika yaa arhamar roohimin

Artinya, “Ya Allah, untuk Mu aku berpuasa, dan kepada Mu aku beriman, dan dengan rezeki Mu aku berbuka. Dengan rahmat Mu wahai yang Maha Pengasih dan Penyayang.” (HR. Abu Daud no. 2358, Ibnu Sunni no. 1413, dan At-Thabrani no. 7549)

Ilustrasi amalan-amalan berbuka puasa. Foto: pexels.com/naimbic

Amalan-Amalan Berbuka

Meskipun telah waktunya menyantap hidangan buka puasa, terdapat beberapa amalan sunnah yang dianjurkan, di antaranya:

1. Menyegerakan Berbuka

Ketika adzan maghrib dikumadangkan, umat Islam disarankan untuk segera menyantap hidangan buka puasa.

Rasulullah SAW bersabda,

“Manusia akan senantiasa berada dalam kebaikan selama mereka menyegerakan berbuka.” (HR. Bukhari no. 1957 dan Muslim no. 1098)

2. Berbuka Diawali dengan Kurma atau Air

Rasulullah SAW sangat menyukai berbuka puasa dengan kurma basah, sebab kurma basah sangat enak dinikmati. Namun ketika beliau tidak menemui kurma basah, maka beliau memakan kurma kering. Jika tidak ada keduanya, maka Rasulullah SAW beralih ke makanan yang manis-manis. Apabila tidaka ada lagi, maka berbuka dengan seteguk air.

3. Berbuka secara Tidak Berlebihan

Saat berpuasa, melihat makanan serasa seuamanya ingin dimakan. Kemudian saat berbuka menjadi pelampiasan setalah menahan rasa lapar dan haus. Akibatnya perut yang menjadi penuh dan malas untuk melakukan apa-apa.

Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW memperingati keadaan tersebut. Seperti yang dijelaskan dari Al-Miqdam bin Ma’dikarib ra., ia berkata bahwa ia mendengar Nabi Muhammad SAW bersabda,

“Tidak ada tempat yang lebih jelek daripada memenuhi perut keturunan Adam. Cukup keturunan Adam mengonsumsi yang dapat menegakkan tulangnya. Kalau memang menjadi suatu keharusan untuk diisi, maka sepertiga untuk makannya, sepertiga untuk minumannya, dan sepertiga untuk nafasnya.” (HR. Ahmad, 4:132; Tirmidzi, no. 2380, dan Ibnu Majah, no. 3349)

Semoga dengan menjalankan niat dan amalan sunnah buka puasa Ramadhan dapat menjadi pemberat timbangan kita saat dihisab kelak. Amiin. (MZM)