Niat dan Tata Cara Puasa Syawal Selepas Idul Fitri

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sudah tahukah Anda bagaimana niat dan tata cara puasa Syawal yang merupakan puasa sunnah yang dianjurkan oleh Rasulullah SAW?
Simak di sini mengenai niat dan tata cara puasa Syawal yang perlu diketahui ya!
Tata Cara Puasa Syawal
Puasa syawal adalah puasa sunnah yang dianjurkan untuk dilakukan untuk menyempurnakan ibadah wajib puasa Ramadhan yang sudah dijalankan (Dahsyatnya Puasa Wajib dan Sunnah, Akhyar A-Sidiq Muhsin & Dahlan Harmawisastra: 2010)
Nabi Muhammad SAW bersabda:
“Barangsiapa yang telah berpuasa Ramadhan dan kemudian dia mengikutkannya dengan puasa enam hari dari bulan Syawwal, maka dia seperti orang yang berpuasa selama satu tahun.”
[Sahih: Dikeluarkan oleh Muslim dalam Shahihnya, hadits no: 1164 (Kitab alSiyam, Bab disunnatkan berpuasa enam hari dari bulan Syawal)]
Syarat dan tata cara puasa enam hari dibulan Syawal sama seperti puasa wajib pada bulan Ramadhan, yang membedakan adalah niat dan waktu pelaksanaannya.
Dianjurkan untuk segera melaksanakan puasa syawal setelah Idul Fitri, dan tidak menundanya, sesuai dengan firman Allah berikut ini:
"Dan segeralah kamu kepada (mengerjakan amal-amal yang baik untuk mendapat) keampunan dari Tuhan kamu, dan (ke arah mendapatkan) surga yang bidangnya seluas segala langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertaqwa." [Surah Ali Imran 3:133]
Berikut ini adalah bacaan niat dan tata cara puasa syawal yang perlu diketahui:
1. Niat puasa
Terdapat dua jenis bacaan niat puasa syawal, yakni yang bisa diucapkan pada malam hari untuk esok, dan juga di saat sebelum sahur.
Niat di malam hari, bacaan doanya adalah sebagai berikut,
Nawaitu shauma ghadin ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.”
Sedangkan bagi yang berniat di pagi hari sebelum sahur adalah berikut ini:
Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwâli lillâhi ta‘âlâ.
Artinya, “Aku berniat puasa sunah Syawal hari ini karena Allah SWT.”
2. Puasa Syawal dilaksanakan setelah tanggal 1 Syawal atau setelah hari raya Idul Fitri, dan dilakukan sebanyak 6 hari di bulan Syawal, dan harus sudah dilaksanakan sebelum bulan Syawal berakhir.
3. Puasa Syawal dilakukan seperti puasa pada umumnya, yakni harus mematuhi rukun puasa, yakni niat dan menjaga puasa dari hal-hal yang membatalkan puasa.
(adelliarosa)
