Niat Membayar Hutang Puasa Ramadhan dan Cara Mengamalkannya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Amalan niat membayar hutang puasa Ramadhan merupakan salah satu amalan penting yang wajib ditunaikan saat kita hendak membayar hutang puasa. Untuk memudahkan Anda mengamalkannya, mari kita simak penjelasan tentang niat untuk membayar hutang puasa Ramadhan berikut ini.
Baca juga: Bacaan Niat Puasa Syawal Sekaligus Bayar Hutang Puasa Ramadhan
Niat Membayar Hutang Puasa Ramadhan dan Tata Cara Mengamalkannya
Puasa Ramadhan merupakan salah satu ibadah yang wajib ditunaikan umat muslim dengan kondisi dan keadaan tertentu. Jika kondisi seorang muslim tidak memenuhi peraturan untuk menjalankan puasa Ramadhan, maka diperintahkan untuk membayar atau mengganti puasa Ramadhan yang ditinggalkannya di bulan lainnya.
Penjelasan tentang puasa ganti atau puasa qadha dibahas dalam buku Panduan Terlengkap Ibadah Muslim "Sehari-Hari" (2018:208) disebutkan bahwa puasa qadha adalah puasa yang dilakukan oleh seseorang untuk mengganti puasa wajib yang tertinggal atau karena satu hal yang membuat seseorang batal puasa wajibnya.
Puasa qadha ini dapat dilakukan karena puasa wajib yang diamalkan batal tetapi tidak ada unsur kesengajaan hanya karena tidak mampu mengerjakan puasa tersebut. Puasa qadha ini juga diamalkan sesuai dengan jumlah hari puasa yang ditinggalkannya.
Perintah menunaikan puasa ganti dijelaskan dalam ayat Alquran yang berbunyi:
أَيَّامًا مَّعْدُودَٰتٍ ۚ فَمَن كَانَ مِنكُم مَّرِيضًا أَوْ عَلَىٰ سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ أَيَّامٍ أُخَرَ ۚ وَعَلَى ٱلَّذِينَ يُطِيقُونَهُۥ فِدْيَةٌ طَعَامُ مِسْكِينٍ ۖ فَمَن تَطَوَّعَ خَيْرًا فَهُوَ خَيْرٌ لَّهُۥ ۚ وَأَن تَصُومُوا۟ خَيْرٌ لَّكُمْ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya: (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. Maka barangsiapa di antara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya. Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui. (QS. Al Baqarah: 184)
Agar puasa membayar hutang yang ditunaikan bernilai sah, kita wajib menunaikan niat puasa selayaknya kita menunaikan puasa Ramadhan. Niat puasa ganti diamalkan di saat malam hari sebelum sahur atau sebelum subuh.
Pada dasarnya niat merupakan pekerjaan hati sehingga wajib ditunaikan dengan hati dan kesadaran penuh. Namun umumnya umat muslim mengamalkan niat dengan bacaan niat membayar hutang puasa Ramadhan berikut ini:
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ قَضَاءِ فَرْضِ شَهْرِ رَمَضَانَ لِلهِ تَعَالَى
Nawaitu shauma ghadin ‘an qadhā’I fardhi syahri Ramadhāna lillâhi ta‘âlâ.
Artinya: "Aku berniat untuk mengqadha puasa Bulan Ramadhan esok hari karena Allah Ta'ala."
Bacaan niat membayar hutang puasa Ramadhan yang disajikan lengkap dengan latin dan terjemahannya tersebut dapat memudahkan Anda dalam menunaikan rangkaian ibadah saat mengganti puasa Ramadhan. (DAP)
