Konten dari Pengguna

Niat Puasa Dzulhijjah Idul Adha dan Keutamaannya yang Dianjurkan Rasulullah saw

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi niat puasa Dzulhijjah Idul Adha. Foto: Unsplash/Alla Hetman
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi niat puasa Dzulhijjah Idul Adha. Foto: Unsplash/Alla Hetman

Dzulhijjah adalah salah satu bulan haram dalam kalender Hijriah. Artinya, bulan yang satu ini sangat istimewa dan dianjurkan untuk banyak beramal, salah satunya puasa Dzulhijjah. Maka dari itu, niat puasa Dzulhijjah Idul Adha perlu diketahui.

Pasalnya, 10 hari awal Dzulhijjah adalah hari yang dicintai Allah Swt. Maka dari itu, umat Islam perlu memperbanyak amal ibadah pada hari-hari tersebut untuk mendapat keutamaannya.

Niat Puasa Dzulhijjah Idul Adha yang Dianjurkan Rasulullah Saw

Ilustrasi niat puasa Dzulhijjah Idul Adha. Foto: Unsplash/VD Photography

Dzulhijjah adalah bulan terakhir pada kalender Hijriah. Selain itu, bulan ini merupakan salah satu bulan haram atau bulan istimewa sekaligus terdapat perayaan bagi umat Islam bernama Iduladha pada tanggal ke-10.

Sebagai bulan istimewa sekaligus adanya perayaan besar dalam Islam, terdapat beberapa amalan yang dianjurkan. Terlebih, 10 hari pertama di Dzulhijjah adalah hari yang Allah Swt. cintai. Sebagaimana dalam sebuah hadis dari Ibnu Abbas, Rasulullah saw. bersabda:

“Tidak ada satu amal sholeh yang lebih dicintai oleh Allah melebihi amal sholeh yang dilakukan pada hari-hari ini (yaitu 10 hari pertama bulan Dzulhijjah).” Para sahabat bertanya: “Tidak pula jihad di jalan Allah?” Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali orang yang berangkat jihad dengan jiwa dan hartanya namun tidak ada yang kembali satupun.“ (HR. Abu Daud no. 2438, At Tirmidzi no. 757, Ibnu Majah no. 1727, dan Ahmad no. 1968)

Selain itu, Rasulullah saw. melaksanakan puasa pada tanggal 1-9 Dzulhijjah. Sebagaimana dalam hadis dari Hunaidah bin Khalid, beberapa istri Rasulullah saw. mengatakan:

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berpuasa pada sembilan hari awal Dzulhijjah, pada hari ‘Asyura’ (10 Muharram), berpuasa tiga hari setiap bulannya” (HR. Abu Daud no. 2437)

Untuk melaksanakan puasa sunah yang satu ini, umat Islam perlu membaca niat. Adapun niat puasa Dzulhijjah Idul Adha yang dikutip dari laman nu.or.id adalah:

1. Niat Puasa 1-7 Dzulhijjah

نَوَيْتُ صَوْمَ شَهْرِ ذِيْ الْحِجَّةِ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma syahri dzilhijjah sunnatan lillahi ta‘ala

Artinya: “Saya niat puasa sunnah bulan Dzulhijjah karena Allah ta'ala.”

2. Niat Puasa Tarwiyah (8 Dzulhijjah)

نَوَيْتُ صَوْمَ تَرْوِيَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma tarwiyata sunnatan lillahi ta‘ala

Artinya: "Saya niat puasa sunnah Tarwiyah karena Allah ta'ala.”

3. Niat Puasa Arafah (9 Dzulhijjah)

نَوَيْتُ صَوْمَ عَرَفَةَ سُنَّةً لِلّٰهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma arafata sunnatan lillahi ta’ala

Artinya: “Saya niat puasa sunnah Arafah karena Allah ta'ala.”

Keutamaan Puasa Dzulhijjah

Ilustrasi niat puasa Dzulhijjah Idul Adha. Foto: Unsplash/Masjid Pogung Dalangan

Ada banyak sekali keutamaan dari menunaikan puasa Dzulhijjah, di antaranya:

1. Melebihi Amalan Jihad

Seperti penjelasan sebelumnya, 10 hari pertama Dzulhijjah adalah hari yang dicintai Allah Swt. melebihi jihad. Bahkan, beberapa ulama berbeda pendapat terkait lebih utama mana antara 10 hari pertama Dzulhijjah dengan 10 hari terakhir Ramadan.

Artinya, menunaikan puasa selama 9 hari di awal Dzulhijjah memiliki keutamaan yang sangat besar.

2. Menghapuskan Dosa 2 Tahun

Dalam Bulan Dzulhijjah, terdapat hari yang sangat istimewa yang bernama arafah. Pada hari tersebut, umat Islam dianjurkan menunaikan puasa pada 9 Dzulhijjah.

Hal ini dikarenakan menunaikan puasa pada hari tersebut dapat menghapus dosa selama dua tahun. Sebagaimana dalam sebuah hadis dari Abu Qatadah, Rasulullah saw. bersabda:

“Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Baca Juga: Bolehkah Puasa Dzulhijjah Tidak Full? Ini Hukumnya agar Tidak Salah Paham

Demikian penjelasan singkat tentang niat puasa Dzulhijjah Idul Adha. Dengan keutamaan yang sangat besar sangat disayangkan apabila melewati hari-hari istimewa yang hanya bisa ditemui satu tahun sekali ini. (MZM)