Niat Sholat Tarawih 4 Rakaat Lengkap dengan Witir

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bulan Ramadhan kian dekat, artinya niat sholat Tarawih pun akan menjadi bacaan yang akan dilafalkan di setiap malam. Karena selain melakukan ibadah wajib berupa puasa, di bulan Ramadhan umat muslim juga disunnahkan untuk melakukan sholat Tarawih serta memperbanyak amal baik guna mendekatkan diri pada Allah SWT.
Sholat Tarawih memiliki hukum sunah muakad, yaitu sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilakukan. Keutamaan shalat Tarawih salah satunya terdapat dalam hadist Rasulullah diriwayatkan oleh Abu Hurairah,
Barang siapa yang melakukan ibadah Tarawih karena iman dan keikhlasan, maka akan diampuni oleh Allah dosanya yang telah lalu". (HR Bukhari dan Muslim)
Bila menilik makna Tarawih sendiri, secara bahasa, Abdullah bin Hijazi Al-Syarqawi menjelaskan bahwa kata “tarawih” adalah bentuk jamak dari tarwihah, yang memiliki arti sekali istirahat (dalam kitab Fathu al-Mubid). Arti tersebut menunjukkan kebiasaan muslimin di malam Ramadhan. Mereka sengaja berkumpul untuk shalat, kemudian beristirahat di antara dua kali salam.
Jumlah Rakaat Sholat Tarawih
Sholat Tarawih dapat dilakukan dengan jumlah sebanyak 8 atau 20 rakaat, dan ditutup dengan 3 rakaat sholat Witir. Dalil mengenai hal ini terdapat dalam hadist Rasulullah yang diriwayatkan Abu Salamah berikut,
Abu Salamah bertanya kepada Aisyah RA mengenai tata cara sholat Tarawih nabi. Aisyah menjawab: “Beliau tak menambah pada bulan Ramadhan dan bulan lainnya lebih dari sebelas rakaat, yakni shalat empat rakaat, yang sungguh bagus dan lama, kemudian shalat empat rakaat, dan ditambah tiga rakaat.”
Adapun pelaksanaan sholat Tarawih bisa dilakukan dalam tiga formasi: 4-4-3, 2-2-2-2-2-1, atau 4-4-2-1, dengan tahiyat hanya di rakaat terakhir.
Niat Sholat Tarawih 4 Rakaat
Sesuai sunnah, sebaiknya sholat Tarawih dilaksanakan berjamaah di masjid. Niat yang dapat dibaca terbagi menjadi dua tergantung posisi kita ketika sholat, apakah sebagai imam atau makmum.
Lafal niat sholat Tarawih ketika menjadi imam, dengan formasi 4 rakaat adalah sebagai berikut,
Ushalli sunnatan Taraawihi arba'a raka'atim mustaqbilal qiblati adaa’an imaaman lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: “Saya sengaja mengerjakan sholat sunnah Tarawih, empat rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai imam karena Allah Ta'ala".
Sementara lafal niat sholat Tarawih ketika menjadi makmum dengan formasi 4 rakaat yaitu,
Ushalli sunnatan Taraawihi arba'a raka'atim mustaqbilal qiblati adaa’an ma’muuman lillaahi ta‘aalaa.
Artinya: “Saya sengaja mengerjakan sholat sunnah Tarawih, empat rakaat dengan menghadap kiblat, sebagai makmum karena Allah Ta'ala".
Sementara bila kita ingin melaksanakan sholat Tarawih dengan formasi 2 rakaat, ganti kata “arba'a raka'atim” dalam niat menjadi “rak’ataini”.
Niat Sholat Witir
Biasanya setelah Tarawih, dilaksanakan sholat sunah Witir sebagai penutup. Dilansir dari buku “79 Macam Shalat Sunnat Ibadah Para Kekasih Allah”, Al’aydarus (2011: 94), sholat sunnah Witir merupakan sholat sunnah pada malam hari yang merupakan penutup bagi sholat sunnah dalam satu malam.
Rakaat sholat Witir berjumlah ganjil, boleh satu rakaat, tiga, lima, hingga paling banyak sebelas rakaat. Adapun niat sholat Witir yang dapat dibaca dengan jumlah 3 rakaat sebagai berikut,
Ushalli sunnatal witri tsalaatsa raka‘aatin mustaqbilal qiblati adaa’an lillaahi ta‘aalaa
Artinya: “Saya sengaja mengerjakan sholat sunnah witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala".
Itulah informasi mengenai sholat Tarawih dan Witir, disertai jumlah rakaat, dan bacaan niatnya. Semoga dapat membantu Anda dalam beribadah. (AA)
