Niat Sholat Witir dan Tata Cara Mengamalkannya

Penulis kumparan
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sholat witir menjadi salah satu sholat sunnah yang dapat dikerjakan setiap malam, khususnya di bulan Ramadhan. Dalam melaksanakan sholat witir, kita tentu wajib mengetahui apa saja yang harus ditunaikan agar sholat witir yang kita kerjakan menjadi sah. Salah satu bagian penting yang perlu diperhatikan saat mengerjakan sholat witir adalah membaca niat sholat witir. Berikut ini adalah niat sholat witir dan juga tata cara mengamalkanya sesuai sunnah Nabi.
Niat Sholat Witir dan Cara menunaikannya Sesuai Tuntunan
Sholat witir merupakan sholat sunnah yang menjadi penutup rangkaian sholat malam. Sholat witir ini dapat dikerjakan dalam waktu tertentu, yaitu setelah sholat Isya hingga sebelum terbit fajar. Waktu sholat witir ini juga disebutkan dalam buku berjudul Buku Praktis Panduan Sholat Wajib-Sunnah yang disusun oleh Saiful Hadi El Sutha (2017:174-175), yang menyebutkan bahwa sholat witir adalah sholat sunnah yang dikerjakan pada waktu malam selepas sholat isya hingga terbit fajar sebelum masuk waktu subuh.
Hal ini rupanya juga disebutkan dalam hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad berikut ini:
مَنْ صَلَّى بِاللَّيْلِ فَلْيَجْعَلْ آخِرَ صَلاَتِهِ وِتْراً فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- أَمَرَ بِذَلِكَ فَإِذَا كَانَ الْفَجْرُ فَقَدْ ذَهَبَتْ كُلُّ صَلاَةِ اللَّيْلِ وَالْوِتْرُ فَإِنَّ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ « أَوْتِرُوا قَبْلَ الْفَجْرِ »
Artinya: “Barang siapa yang melaksanakan shalat malam, maka jadikanlah akhir shalat malamnya adalah witir karena Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan hal itu. Dan jika fajar tiba, seluruh shalat malam dan shalat witir berakhir, karenanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Shalat witirlah kalian sebelum fajar”. (HR. Ahmad)
Agar sholat witir yang kita kerjakan menjadi sah, kita perlu menunaikan niat dan juga memahami bagaimana tata cara sholat witir yang benar sesuai dengan tuntunan. Sholat witir dapat dikerjakan sebanyak rakaat yang ganjil, namun jumlah rakaat yang paling banyak dikerjakan adalah tiga rakaat.
Tata cara sholat witir tiga rakaat dijelaskan dalam buku berjudul Bekal Ramadhan dan Idul Fithri 3: Tarawih dan Witir yang disusun oleh Saiyid Mahadhir, Lc, MA (2019:42) yang memaparkan bahwa tata cara sholat witir dapat dikerjakan secara langsung tiga rakaat dengan satu salam, tanpa adanya duduk tasyahud awal. Hal ini juga dijelaskan dalam hadis berikut:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يُوتِرُ بِثَلاَثٍ لاَ يَقْعُدُ إِلاَّ فِى آخِرِهِنَّ.
Artinya: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa berwitir tiga raka’at sekaligus, beliau tidak duduk (tasyahud) kecuali pada raka’at terakhir.” (HR. Al Baihaqi)
Tata cara sholat witir tiga rakaat tersebut juga berlaku bagi sholat witir dengan jumlah rakaat lainnya. Selain memahami tata cara sholat witir, hal yang tak kalah penting untuk ditunaikan saat sholat witir adalah menunaikan niat sholat witir. Berikut ini adalah niat sholat witir yang dapat Anda baca sesuai dengan jumlah rakaat yang Anda kerjakan:
1. Niat Sholat Witir Satu Rakaat
أصلى سنة من الوتر ركعة لله تعالى
Ushallii sunnatan minal witri rak'atal lillaahhi ta'aalaa.
Artinya: Aku niat shalat sunnah witir satu rakaat karena Allah ta'ala.
3. Niat Sholat Witir Tiga Rakaat
اُصَلِّى سُنَّةَ الْوِتْرِ ثَلَاثَ رَكْعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لِلهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatal witri tsalâtsa raka‘âtin mustaqbilal qiblati adâ’an lillâhi ta‘âlâ
Artinya: "Aku menyengaja sholat sunnah shalat witir tiga rakaat dengan menghadap kiblat, karena Allah Ta’ala."
Penjelasan singkat mengenai niat sholat witir serta tata caranya dapat Anda jadikan acuan untuk mengamalkan sholat witir. Semoga bermanfaat. (DA)
