Niat Sujud Sahwi dan Tata Cara Melaksanakannya dalam Sholat

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Niat sujud sahwi perlu diketahui saat akan melaksanakan amalan tersebut. Sujud sahwi sendiri dilakukan saat seorang muslim melakukan kesalahan dalam sholat atau ragu dengan jumlah rakaat yang dilaksanakannya.
Seperti yang diketahui, Islam adalah agama yang penuh kasih. Agama ini memberikan keringanan ketika umat muslim melakukan kesalahan dalam menjalankan ibadahnya. Oleh karena itu, penting sekali melakukan sujud sahwi tersebut.
Bacaan Niat Sujud Sahwi dan Tata Caranya
Niat sujud sahwi perlu diamalkan dengan dua kali sujud di akhir salat. Mengutip buku Fikih Sunnah Jilid 1 oleh Sayyid Sabiq (2021), cara melakukan sujud sahwi yakni dipraktikkan sebelum salam atau sesudah salam. Adapun bacaan sujud sahwi yang perlu dibaca yakni sebagai berikut:
سُبْحَانَ مَنْ لَا يَنَامُ وَلَا يَسْهُوْا
Arab Latin: Subhana man laa yanaamu walaa yashu.
Artinya: "Maha Suci Allah yang tidak tidur dan tidak lupa."
Sebelum dan setelah sujud sahwi, dianjurkan membaca takbir "Allahu akbar". Namun, bacaan takbir tersebut bukan takbiratul ihram dengan mengangkat kedua tangan, melainkan cukup mengucapkan takbir.
Kemudian, sujud seperti saat sujud dalam salat. Jika diamalkan sesudah salam, sujud sahwi ditutup dengan salam. Hal ini menandakan bahwa rangkaian shalat telah berakhir.
Dalil tentang Sujud Sahwi
Terdapat hadist yang membahas tentang sujud sahwi. Amalan ini bersandar pada hadist berikut:
1. HR. Imam Abu Daud
إذا شك أحدكم فلم يدر أصلى ثلاثا أم أربعا فليلق الشك وليبن على اليقين وليسجد سجدتين قبل السلام ، فإن كانت صلاته تامة كانت الركعة ، والسجدتان نافلة له ، وإن كانت ناقصة كانت الركعة تماما للصلاة ، والسجدتان يرغمان أنف الشيطان
Artinya: "Ketika kalian ragu, tidak ingat apakah telah melakukan shalat tiga rakaat atau empat rakaat maka buanglah rasa ragu itu dan lanjutkanlah pada hal yang diyakini (hitungan tiga rakaat) dan hendaklah melakukan sujud dua kali sebelum salam. Jika shalat tersebut sempurna maka tambahan satu rakaat dihitung (pahala) baginya dan dua sujud merupakan kesunnahan baginya, jika ternyata shalatnya memang kurang satu, maka tambahan satu rakaat menyempurnakan shalatnya dan dua sujud itu untuk melawan kehendak syaitan." (HR. Imam Abu Daud)
2. Kitab Hasyiyah Al-Bujairami
Hal-hal yang mengharuskan pelaksanaan sujud sahwi dijelaskan dalam kitab Hasyiyah Al-Bujairami. Bunyi Kitab tersebut yakni sebagai berikut:
وأسبابه خمسة ، أحدها ترك بعض .ثانيها : سهو ما يبطل عمده فقط . ثالثها : نقل قولي غير مبطل . رابعها : الشك في ترك بعض معين هل فعله أم لا ؟ خامسها : إيقاع الفعل مع التردد في زيادته
Artinya: "Sebab kesunnahan melakukan sujud sahwi ada lima. Yaitu meninggalkan sunnah ab'ad, lupa melakukan sesuatu yang akan batal jika dilakukan dengan sengaja, memindah rukun qauli (ucapan) yang tidak sampai membatalkan, ragu dalam meninggalkan sunnah ab'ad, apakah telah melakukan atau belum dan yang terakhir melakukan suatu perbuatan dengan adanya kemungkinan hal tersebut tergolong tambahan".
Baca juga: Bacaan Niat Sholat 5 Waktu Sendiri untuk Panduan Umat Muslim
Niat sujud sahwi dan tata cara melaksanakannya yang dijelaskan di atas bisa diamalkan. Dengan begitu, diharapkan ibadah salat yang diamalkan bisa sah dan diterima Allah Swt. (DLA)
