Observasi Dapat Dilakukan secara Langsung dengan Cara Apa? Ini Jawabannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Observasi adalah salah satu tahapan penting dalam penelitian yang wajib dilakukan oleh para peneliti. Secara umum, observasi terbagi menjadi dua, yakni observasi langsung dan tidak langsung. Lantas, observasi dapat dilakukan secara langsung dengan cara apa?
Pertanyaan ini sering kali muncul di benak peneliti yang baru pertama kali melakukan penelitian. Jadi, tidak heran jika mereka banyak bertanya mengenai hal-hal teknis terkait dengan kegiatan observasi.
Observasi dapat Dilakukan secara Langsung dengan Cara Apa?
Mengutip dari buku Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif, Eko Haryono, Siti Suprihatiningsih, Rizki Kurniawan Rangkuti, dan Sariman (2024:181), pengertian observasi adalah salah satu metode pengumpulan data dalam penelitian.
Sementara menurut Suharsimi Arikunto, observasi merupakan proses pengamatan langsung suatu obyek yang ada di lingkungan. Baik yang sedang berlangsung atau masih dalam tahapan, dengan penginderaan.
Metode dapat dilakukan oleh peneliti dengan cara mengamati perilaku, situasi, dan objek secara langsung. Adapun observasi dapat dilakukan secara langsung dengan cara mendatangi lokasi dan mengamati objek penelitian.
Sayangnya, observasi secara langsung memiliki kelemahan, yakni sering menghasilkan bias. Meski begitu, peneliti tetap dapat melakukan observasi secara langsung dengan mengamati langsung kegiatan di lapangan.
Secara umum, tujuan utama seorang peneliti adalah untuk mendapatkan data secara langsung dari obyek yang diamati. Dengan begitu, data yang terkumpul dapat lebih valid. Beberapa ciri observasi yang juga perlu diketahui peneliti adalah sebagai berikut.
Dilakukan secara sistematis, terstruktur, dan memiliki prosedur agar dalam penerapannya, kegiatan observasi bisa berjalan dengan baik.
Memiliki sasaran khusus yang diinginkan oleh peneliti atau pihak yang melakukan observasi.
Membutuhkan pencatatan secara detail agar tidak lupa serta untuk menghindari hilangnya informasi penting.
Membutuhkan keahlian dari observer atau peneliti, seperti bagaimana cara memperhatikan, melakukan proses pengamatan dengan tepat, ketelitian, dan lain sebagainya.
Baca Juga: 3 Persamaan Proposal Kegiatan dan Proposal Penelitian
Berdasarkan pada penjelasan singkat di atas, bisa diketahui bahwa observasi dapat dilakukan secara langsung dengan cara mendatangi lokasi dan mengamati objek penelitian. Semoga informasi ini dapat bermanfaat dan menambah wawasan pembaca. (Anne)
