Konten dari Pengguna

Observasi Kerajinan Bahan Keras Nusantara sebagai Referensi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Observasi Kerajinan Bahan Keras Nusantara sebagai Referensi (Foto: Trac Vu | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Observasi Kerajinan Bahan Keras Nusantara sebagai Referensi (Foto: Trac Vu | Unsplash.com)

Indonesia terkenal akan budayanya yang sangat kaya. Salah satu bentuk budaya tersebut adalah kerajinan tangan. Berdasarkan sifatnya, karya kerajinan dibedakan menjadi kerajinan bahan lunak, keras, dan semi keras. Simak observasi kerajinan bahan keras Nusantara dalam artikel ini.

Kerajinan tangan bukan hanya berfungsi sebagai hiasan saja, namun juga barang yang bisa digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Setiap daerah memiliki kerajinan khasnya masing-masing. Berikut ini observasinya.

Baca juga: Prinsip Kerajinan Bahan Keras yang Ramah Lingkungan

Observasi Kerajinan Bahan Keras Nusantara

Ilustrasi Observasi Kerajinan Bahan Keras Nusantara (Foto: Katherine Hanlon | Unsplash.com)

Karya kerajinan dibedakan berdasarkan beberapa aspek. Dihimpun dari Bank Soal Seni Budaya dan Prakarya SD/MI Kelas 4,5,6 yang disusun oleh Amalia, dkk (2022), karya kerajinan berdasarkan sifatnya dibagi menjadi:

  • Karya kerajinan bahan lunak yang terbuat dari bahan yang lunak atau mudah dibentuk seperti tanah liat. Contohnya adalah gerabah atau hiasan keramik.

  • Karya kerajinan bahan keras yang terbuat dari bahan yang keras serta sulit untuk dibentuk. Contohnya adalah aneka mebel dan cendera mata dengan bahan batu, kayu, atau rotan.

  • Karya kerajinan bahan semi keras yang terbuat dari bahan yang tidak lunak tetapi juga tidak keras. Contohnya adalah hiasan dan kreasi dengan bahan dari kertas, kulit jagung, kain perca, atau gabus.

Berikut ini observasi kerajinan bahan keras Nusantara:

1. Jenis kerajinan: kayu

Daerah asal: Jepara, Blora, dan Ngawi

Bentuk: dibentuk menjadi berbagai macam benda seperti lemari, meja, kursi

Warna: coklat dan tergantung jenis kayu

Tekstur: halus

Ragam hias: menyerupai bentuk tanaman, hewan, dan kendaraan

Perbedaan yang menonjol: setiap daerah memiliki ciri khas ukiran yang berbeda.

2. Jenis kerajinan: batu

Daerah asal: Magelang dan Bali

Bentuk: dibentuk menjadi berbagai macam benda seperti cobek dan patung

Warna: abu-abu

Tekstur: sedikit kasar

Ragam hias: berbentuk bulat (cobek) dan bentuk patung yang sangat beragam

Perbedaan yang menonjol: setiap daerah memiliki ciri khas pahatan yang berbeda.

3. Jenis kerajinan: rotan

Daerah asal: Kalimantan

Bentuk: kuat dan lentur

Warna: cokelat

Tekstur: permukaannya halus namun mudah patah setelah kering

Ragam hias: meja, kursi, lemari, tempat makanan, dan keranjang.

Perbedaan yang menonjol: rotan jenis ini bersifat lebih lunak dan dapat dibentuk menjadi aneka kerajinan.

Demikian observasi kerajinan bahan keras Nusantara dan penjelasan mengenai karya kerajinan berdasarkan sifatnya. Semoga informasi yang diberikan bermanfaat. (KRIS)