Konten dari Pengguna

Operasi Aritmatika: Pengertian, Simbol, dan Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrai Simbol Aritmatika untuk Operasi Pembagian yaitu (Foto: Michal Matlon | Unsplash.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrai Simbol Aritmatika untuk Operasi Pembagian yaitu (Foto: Michal Matlon | Unsplash.com)

Apa yang kalian ketahui tentang operasi aritmatika? Aritmatika adalah cabang dari ilmu matematika. Ada beberapa operasi aritmatika dan salah satunya adalah pembagian. Simbol aritmatika untuk operasi pembagian yaitu ":".

Materi matematika akan lebih mudah dipahami dengan contoh. Simak pengertian, simbol, dan contoh soal aritmatika dalam artikel ini untuk menambah wawasan kalian.

Baca juga: Contoh Soal dan Rumus Barisan Aritmatika

Pengertian dan Simbol Operasi Aritmatika

Ilustrasi Pengertian dan Simbol Operasi Aritmatika (Foto: Annie Spratt | Unsplash.com)

Dikutip dari Belajar Mengenal Aritmatika oleh Faizatin (2012), aritmatika adalah ilmu hitung dasar yang merupakan bagian dari matematika. Operasi dasar aritmatika adalah:

  • penjumlahan (+)

  • pengurangan (-)

  • perkalian (x)

  • pembagian (:)

Selain itu, ada juga operasi lain yang lebih canggih dalam operasi aritmatika seperti persentase, akar kuadrat, pemangkatan, dan logaritma.

Perhitungan dalam aritmatika dilakukan menurut suatu urutan operasi yang menentukan operasi aritmatika yang mana lebih dulu dilakukan. Berikut ini penjelasan tentang operasi dasar aritmatika:

Penjumlahan (+)

Merupakan penambahan dua bilangan menjadi satu bilangan yang adalah jumlah. Penambahan lebih dari dua bilangan disebut sebagai operasi penambahan berulang. Prosedur ini dikenal dengan penjumlahan total.

Sifat operasi penjumlahan:

1. Komutatif

contoh:

A + B = B + A (meskipun urutannya dibolak-balik, kedua ruas kanan dan kiri hasilnya sama)

2. Asosiatif

contoh:

A + (B + C) = (A + B) + C

3. Punya elemen identitas

Elemen identitas untuk operasi penjumlahan adalah 0 (nol)

contoh:

A + 0 = 0 + A = A

4. Punya kebalikan (invers)

Kebalikan yang dimaksud adalah -A

contoh:

A = (-A) = =A + A = 0

Pengurangan (-)

Pengurangan mencari perbedaan antara dua bilangan A dan B ( A - B), hasilnya adalah selisih dua bilangan tersebut.

Sifat operasi pengurangan:

1. Komutatif

contoh:

A - B = A + (-B) = (-B) + A

2. Asosiatif

contoh:

A - (B - C) = (A - B) - C

Perkalian (x)

Perkalian dua bilangan menghasilkan hasil kali. Perkalian pada intinya penjumlahan yang berulang-ulang. Misalnya 4 x 3 = 4 + 4 + 4 = 12

Sifat operasi perkalian:

1. Komutatif

contoh:

A x B = B x A

2. Asosiatif

contoh:

A x (B x C) = (A x B) x C

3. Distributif

contoh:

A x (B + C) = (A x B) + (A x C)

4. Elemen identitas

contoh:

A x 1 = 1 x A = A

5. Punya invers

contoh:

A x A ⁻¹ = A ⁻¹ x A = 1

Pembagian (:) atau (/)

Pembagian dua bilangan A dan B (A/B) akan menghasilkan hasil bagi. Sembarang pembagian dengan bilangan nol tidak didefinisikan. Bila hasil bagi lebih dari satu, berarti nilai A lebih besar daripada nilai B.

Contoh Soal

Suatu mobil menempuh perjalanan dari kota A ke kota B dengan kecepatan 100 km/jam selama 8 jam, Berapa lama waktu yang ditempuh jika mobil melaju dengan kecepatan 150 km/jam?

Jawab:

Kecepatan = jarak : waktu

maka, waktu = jarak : kecepatan

kecepatan = 150 km/jam

Jarak dari kota A ke B adalah

Jarak = 100 km/jam x 8 jam = 800 km

Waktu yang diperlukan dengan kecepatan mobil 150 km/jam adalah

waktu = jarak : kecepatan

waktu = 800 km : 150 km/jam = 5 ⅓ jam atau 5 jam 20 menit.

Sekian pembahasan tentang operasi dasar aritmatika dan contohnya. (KRIS)