Konten dari Pengguna

Opsi Menu Keluar dan Menyimpan dalam BIOS Komputer

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi mengetur komputer dalam BIOS. Foto: unsplash.com/firosnv
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi mengetur komputer dalam BIOS. Foto: unsplash.com/firosnv

BIOS menjadi sebuah perangkat yang sangat penting untuk komputer, terutama dengan sistem operasi Windows. Adanya BIOS, para pengguna dapat mengatur sistem komputer. Setelah mengatur sesuai dengan keinginan, pengaturan tersebut harus disimpan. Pilihan keluar dan menyimpan dalam BIOS terdapat pada opsi menu save and exit setup. Lantas, apa fungsi BIOS dalam komputer?

Opsi Menu Keluar dan Menyimpan dalam BIOS Komputer

Dikutip dari buku Dasar Sistem Komputer karya I Gede Partha Sindu, S.Pd., M.Pd. (2021:106), BIOS atau Basic Input Output System adalah kompomen yang berupa perangkat lunak yang mengontrol sejumlah perangkat keras dalam komputer.

BIOS ini terletak di dalam sebuah komputer dengan nama CMOS (Complementary Metal-oxide-semiconductor) dan dirancang terlindung dari kerusakan penyimpanan. Sehingga, aplikasi ini tidak mengandalkan penyimpanan seperti aplikasi lainnya.

BIOS memiliki tugas untuk memeriksa dan memastikan kesiapan dari perangkat-perangkat keras yang terpasang dalam Motherboard. Apabila BIOS dalam sebuah komputer rusak, kemungkinan besar motherboard tidak dapat digunakan secara normal, kecuali jika dilakukan instal ulang.

Ilustrasi menjalankan BIOS. Foto: unsplash.com/iam_os

Fungsi BIOS

Adapun fungsi BIOS dalam sebuah komputer yakni:

Memberikan Akses Input dan Output

Pada dasarnya, fungsi utama dari BIOS adalah untuk menyediakan sistem operasi dengan fungsi input dan output untuk bisa mengakses perangkat keras. Misalnya saka monitor, keyboard, mouse, dan lainnya.

Menjalankan Perintah POST

Power on Self Test (POST) adalah serangkaian tesr yang dilakukan komputer selama booting atau proses menghidupkan komputer. BIOS bertugas untuk mengaktifkan perangkat keras dan memastikan komponen parangkat keras komputer apakah berjalan baik atau tidak. Apabila ada kesalahan, BIOS akan memberi pesan peringatan berupa bunyi dan pesan perangkat apa yang rusak.

Akses Clocking

Pada perangkat keras berupa CPU dan GPU menjalankan instruksi dengan sebuah siklus atau clock. Kecepatan siklus tersebut dinamakan hertz. Apabila dalam sebuah CPU tertulis 3,5 GHz maka CPU tersebut menjalankan 3,5 miliar siklus per detik.

Untuk beberapa CPU dan GPU dapat dilakukan perubahan sesuai dengan keinginan. Akan tetapi, motherboard juga harus memperbolehkan untuk melakukannya. Semakin besar herzt maka semakin cepat perintah yang dilakukan

Meskipun BIOS sangat penting dalam sebuah komputer, namun banyak pengguna yang tidak mengetahui. Apabila mengetahuinya, takut karena terlihar rumit ataupun komputer rusak. Padahal, terdapat banyak sekali perintah yang dapat dilakukan dalam BIOS.(MZM)