Orang yang Mengumandangkan Adzan Disebut dengan Apa? Ini Jawabannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ketika waktu salat tiba, akan ada seorang laki-laki muslim yang mengumandangkan azan sebagai pertanda bahwa umat muslim harus bergegas untuk melaksanakan salat. Orang yang mengumandangkan adzan disebut sebagai muadzin.
Dalam Islam, orang yang bertugas mengumandangkan azan memiliki syarat tertentu. Dengan kata lain, tidak semua orang bisa menjadi seorang muadzin.
Orang yang Mengumandangkan Adzan Disebut Apa?
Seperti yang diketahui bahwa azan merupakan pertanda masuknya waktu salah. Oleh karena itu, kata-kata yang tersusun sebagai seruan azan memberitahukan kepada umat muslim bahwa waktu salat fardu akan segera tiba.
Dalam Islam, perintah azan terdapat dalam Surat Al Maidah ayat 58 yang berbunyi sebagai berikut.
وَإِذَا نَادَيْتُمْ إِلَى ٱلصَّلَوٰةِ ٱتَّخَذُوهَا هُزُوًا وَلَعِبًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَّا يَعْقِلُونَ
Artinya, "Dan apabila kamu menyeru (mereka) untuk (mengerjakan) sembahyang, mereka menjadikannya buah ejekan dan permainan. Yang demikian itu adalah karena mereka benar-benar kaum yang tidak mau mempergunakan akal."
Mengutip dari buku Fikih Madrasah Ibtidaiyah Kelas II, Yusak Burhanudin dan Muhammad Najib (2021:25), orang yang mengumandangkan adzan disebut sebagai muadzin. Muadzin juga biasanya bertugas ketika azan sekaligus saat panggilan iqamah.
Bagi yang belum tahu, iqamah secara bahasa memiliki arti mendirikan. Dengan kata lain, kata-kata yang terkandung dalam iqamah menjadi pertanda bahwa salat fardu akan segera dimulai.
Sementara syarat untuk menjadi seorang muadzin yang perlu diketahui umat muslim adalah sebagai berikut.
Seorang muadzin harus beragama Islam. Jadi, azan yang dikumandangkan oleh non-muslim tidak sah hukumnya.
Berakal. Azan tidak sah dikumandangkan oleh muadzin yang tidak waras, tidak sadar, ataupun anak kecil.
Laki-laki. Dalam Islam, azan hanya boleh dikumandangkan oleh laki-laki.
Sudah baligh.
Mengetahui kapan wakatu tibanya salat.
Muadzin harus memiliki suara yang keras dan jelas atau disebut juga dengan jahar. Akan tetapi, jika azan dilakukan untuk dirinya sendiri, maka cukup terdengar oleh dirinya dan tidak disyaratkan harus jahar menurut pandangan Asy-Syafi'iyah dan Hanabilah.
Baca Juga: Bacaan Adzan Subuh dan Artinya beserta Latinnya
Jadi, kesimpulannya adalah orang yang mengumandangkan adzan disebut sebagai muadzin. Semoga informasi ini bermanfaat. (Anne)
