Orang yang Pemarah Cenderung Bersikap Apa? Ini Ciri-cirinya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernahkah menemukan orang yang mudah marah dan tidak bisa mengendalikan emosinya? Mungkin banyak orang yang pernah bertemu dengan seseorang yang pemarah. Orang yang pemarah cenderung bersikap defensif.
Perilaku seperti ini mengarah pada kemarahan yang tidak terkendali dan dapat menjadi tanda masalah emosional atau psikologis yang lebih serius. Orang yang memiliki sikap seperti ini harus diberikan penanganan yang tepat.
Orang yang Pemarah Bersikap Defensif, Ini Penjelasannya
Dikutip dari buku Pendidikan Karakter karya Doni Koesoema A (2007: 86), dalam kehidupan sehari-hari pasti sering menemukan orang yang sulit mengendalikan emosinya atau mudah marah.
Orang yang pemarah cenderung bersikap defensif. Orang yang pemarah sering kali bersikap defensif karena mereka merasa perlu melindungi diri dari ancaman, baik itu ancaman nyata maupun yang hanya mereka persepsikan.
Sikap defensif adalah reaksi emosional atau perilaku untuk menjaga harga diri, melindungi diri dari kritik, atau menghindari rasa malu. Selain itu, berikut adalah ciri-ciri sikap orang yang pemarah.
1. Respon Emosi yang Berlebihan
Mereka sering bereaksi dengan marah terhadap hal-hal kecil yang seharusnya tidak memicu kemarahan. Kesulitan mengontrol intensitas emosinya, sehingga sering kali melampaui batas yang wajar.
2. Impulsif dalam Bertindak
Tidak berpikir panjang sebelum bertindak atau berbicara saat marah. Bisa dengan mudah meledak dan bertindak secara agresif, seperti membanting benda atau berteriak.
3. Sulit Menerima Kritik
Mereka cenderung defensif saat dikritik, bahkan jika kritik itu konstruktif. Selain itu, merasa kritik adalah serangan terhadap harga diri mereka, sehingga mereka bereaksi secara agresif untuk melindungi diri.
4. Menyalahkan Orang Lain
Mereka sulit mengakui kesalahan sendiri dan lebih sering menyalahkan orang lain atas masalah yang terjadi. Ini adalah cara mereka melindungi ego dan mengalihkan tanggung jawab.
Cara Mengatasi Sikap Pemarah
Mengatasi sikap pemarah membutuhkan latihan berkelanjutan dan komitmen untuk berubah. Berikut adalah cara mengatasi sikap pemarah yang bisa dicoba.
1. Sadari Penyebab Kemarahan
Identifikasi pemicu kemarahan: Apakah berasal dari stres, rasa tidak dihargai, atau frustrasi tertentu? Mengenali apa yang membuat marah adalah langkah pertama untuk mengontrolnya.
2. Latihan Pengelolaan Emosi
Pernapasan dalam: Saat merasa marah, tarik napas perlahan dalam-dalam dan hembuskan. Ulangi beberapa kali untuk menenangkan diri.
Hitung sampai 10: Memberikan waktu untuk berpikir sebelum bereaksi bisa mengurangi impulsivitas.
Gunakan "time-out": Ambil jeda sejenak dari situasi yang memicu kemarahan untuk meredakan emosi.
3. Ubah Pola Pikir
Hindari berpikir berlebihan atau asumsi negatif tentang situasi. Fokus pada fakta, bukan interpretasi emosional, misalnya mengganti pikiran “Semua orang melawan saya!” menjadi “Mungkin mereka hanya tidak setuju.”
Baca Juga: Apakah Ladang dan Kebun Sama? Ini Penjelasan Lengkapnya
Jadi, orang yang pemarah cenderung bersikap defensif. Sikap defensif sering kali ditunjukkan melalui perilaku atau kata-kata yang berusaha menolak, mengalihkan, atau membela diri dari hal yang dirasa menyerang, meskipun tidak selalu ada ancaman nyata. (Umi)
