Panduan Sholat Tarawih: Niat, Doa, dan Rakaat

Penulis kumparan
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ibadah salat tarawih merupakan salah satu ibadah sunah yang sangat besar pahalanya untuk dilaksanakan oleh umat Islam pada bulan Ramadan. Umat Islam perlu panduan sholat tarawih agar tidak salah dalam mengerjakan ibadah ini.
Dengan mengetahui panduan salat tarawih yang benar, maka diharapkan umat Islam dalam memperoleh pahala yang sempurna dalam melaksanakan salat sunah tarawih ini.
Panduan Sholat Tarawih
Tarawih bermakna "istirahat", karena itu dalam ibadah salat tarawih diselingi "istirahat" dengan disunahkan duduk sejenak selepas salam. Lalu, memperbanyak zikir kepada Allah Swt. dan shalawat kepada Rasulullah Saw.
Hal tersebut dilakukan, baik pada setiap rakaat kedua maupun rakaaat keempat dan dikerjakan dalam keadaan tenang dan khusyuk. Selain itu, salat ini juga dilakaukan dengan tidak tergesa-gesa, dilakukan dengan benar, tidak terlalu cepat, sehingga sesuai tajwid atau tata cara bacaan yang benar.
Dalam sejarahnya, salat tarawih dikerjakan oleh Rasulullah Saw. pertama kali pada tanggal 23 Ramadan tahun kedua Hijriah. Saat itu beliau mengerjakan tidak hanya di masjid terus menerus, kadang di masjid kadang di rumah.
Hal ini beliau lakukan karena khawatir kalau salat tarawih terkesan diwajibkan oleh Allah Swt. kepada umat Islam.
Mengutip buku Tuntunan Shalat Sunnah Tarawih, Shabri Shaleh Anwar (2015), meskipun salat tarawih merupakan perkara sunah, tetapi ia merupakan sunah muakkadah, yaitu yang sangat dianjurkan bagi umat Islam.
Berikut adalah panduan sholat tarawih yang dapat dipelajari oleh umat Islam sebelum melaksanakannya di masjid maupun di rumah.
1. Niat Salah Tarawih
a. Niat Salat Tarawih untuk Imam
Usholli Sunnat-Tarawihi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Imaman Lillahi Ta’ala
Artinya: "Aku niat salat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat menjadi imam karena Allah Taala."
b. Niat Salat Tarawih Sebagai Makmum
Usholli Sunnatat Tarawihi Rok’ataini Mustaqbilal Qilblati Ma’muman Lillahi Ta’ala
Artinya: "Aku niat salat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Taala."
c. Niat Salat Tarawih Sendirian
Usholli Sunnatat Tarawihi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Lillahi Ta’ala
Artinya: "Aku niat salat sunah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala"
2. Tata Cara dan Doa Salat Tarawih
a. Tata Cara Salat Tarawih Berjamaah
Membaca niat dibarengi takbiratul ihram.
Membaca Alfatihah rakaat pertama dan rakaat kedua.
Membaca surah pendek setelah Al-Fatihah, mulai At-Takatsur sampai al-lahab (setiap rakaat pertama).
Membaca surah Al-Ikhlas di rakaat kedua. Begitu seterusnya sampai rakaat terakhir.
Setiap 2 rakaat mengucapkan salam.
Membaca doa setelah tarawih atau doa kamilin setelah rakaat akhir.
Setelah menjalankan salat tarawih lanjutkan dengan salat penutup yaitu witir.
Salat Witir terdiri dari 3 rakaat dan 1 salam. Berikut ini niat melakukan salat witir.
Ushalli sunnatal witri tsalaasa roka'aatain mustaqbilal qiblati lillahi ta'ala.
Artinya: "Aku niat salat witir tiga rakaat menghadap kiblat karena Allah Taala."
b. Tata Cara Salat Tarawih Sendiri di Rumah
Melafalkan niat salat tarawih.
Niat di dalam hati ketika takbiratul ihram.
Mengucap takbir ketika takbiratul ihram sambil niat di dalam hati.
Baca ta‘awudz dan surah Al-Fatihah.
Setelah itu baca salah satu surah pendek Alquran dengan lantang.
Rukuk.
Itidal.
Sujud pertama.
Duduk di antara dua sujud.
Sujud kedua.
Duduk istirahat atau duduk sejenak sebelum bangkit untuk mengerjakan rakaat kedua.
Bangkit dari duduk, lalu mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama saat rakaat pertama.
Salam pada rakaat kedua.
Istigfar dan dianjurkan membaca doa kamilin setelah selesai salat tarawih.
Doa kamilin adalah rangkaian doa yang biasanya dipanjatkan setelah melaksanakan ibadah.
Setelah melaksanakan salat tarawih dan salat witir, alangkah baiknya jika ditutup dengan membaca zikir dan doa.
Berikut adalah bacaan doa setelah salat tarawih.
"Allahummaj’alna bilimani kamilin, wa lil Faraidi Muaddin, walis salati hafidzin, wa lizzakati fa’ilin, wa lima indaka thalibin, wa li afwika rajiin, wa bil huda mutamassikin. Wa ‘anil laghwi mu’ridhi, wa fid dunya zahidin, wa fil akhirati raghibin, wabil qadhai radhiin, wa lin na’mai syakirin. Wa ‘alal bala’ shabirin, wa tahta liwai sayyidina muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam yaumal qiyamati sa’irin, wa ilal haudi waridin. Wa ilal jannati dahilin, wa minan nari naajiin, wa ‘ala sariril karamati qa’idin, wa min khurin ‘inin mutazawwijin, wa min sundusin wa istabraqin. Wa dibaajin mutalabbisin, wa min tha’amil jannati akilin, wa min labanin wa’asalin mushaffaini syaribin, bi akwabin wa abariqa wa ka’sin min ma’in, ma’al ladzina an’amta alaihim minan nabiyyina was shiddiqiina was syuhada’i was sholihin. Wa hasuna ula’ika rafiqaa, dzalikal fadhlu minallahi. Wa kafa billahi ‘alima. Allahummaj’alna fi hadzas syahri syarifatil mubarakati minas su’ada’il maqbulin. Wa laa taj’alna minal azkiya’il marduudin. Wa shallallahu ‘ala sayyidina Muhammadin, wa ‘aalihi wa sahbihi ajma’in. birahmatika ya arhamar rahimin."
Artinya: “Ya Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang melaksanakan kewajiban-kewajiban terhadap-Mu, yang memelihara salat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu. Yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat, yang rida dengan ketentuan, yang bersyukur atas nikmat yang diberikan. Yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, sampai kepada telaga (yakni telaga Nabi Muhammad) yang masuk ke dalam surga, yang duduk di atas dipan kemuliaan. Yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga. Yang minum susu dan madu yang murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang salih. Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."
3. Rakaat Salat Tarawih
Pada umumnya, salat tarawih dapat dilakukan 8 atau 20 rakaat dengan ditutup salat witir 3 rakaat. Untuk salat witir, dapat dilakukan 2 rakaat salam kemudian 1 rakaat salam atau dilangsungkan 3 rakaat sekaligus dengan 1 kali salam.
Untuk salat tarawih dan witir 11 rakaat, susunan sistemnya dapat 4-4-3, 2-2-2-2-2-1,ataupun 4-4-2-1.
Sedangkan untuk salat tarawih 23 rakaat, dikerjakan dengan sistem per 2 rakaat sebanyak 10 kali, kemudian dilanjutkan salat witir 2 rakaat salam, kemudian 1 rakaat salam.
Baca Juga: Panduan dan Niat Sholat Witir Sholat Tarawih Sendiri dan Berjamaah
Itulah panduan sholat tarawih. Adapun yang pertama adalah membaca niat terlebih dahulu kemudian ikuti ketentuan yang telah ditetapkan dan diajarkan Rasulullah Saw. Semoga informasi ini bermanfaat. (ARD)
