Panggilan untuk Adik Laki-laki dari Ayah Atau Ibu di Keluarga

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di Indonesia berkumpul dengan keluarga besar merupakan bagian dari tradisi dan budaya yang sudah ada sejak zaman dahulu. Masyarakat memang selalu menjaga hubungan baik dengan anggota keluarga yang lain meski secara garis keturunan sebenarnya sudah cukup jauh. Hal tersebut biasanya bisa dilihat pada hari-hari besar seperti Hari Raya Idul Fitri. Biasanya masyarakat Indonesia akan berkumpul di rumah saudara paling tua untuk saling menyapa dan menyambung silaturahmi. Namun kadang kita suka bingung mau memanggil anggota keluarga yang lain dengan sebutan apa. Misalnya panggilan untuk adik laki-laki dari ayah atau ibu atau anggota keluarga lainnya. Pada artikel ini akan dibahas mengenai hal tersebut dan aturan sebutan silsilah keluarga dalam bahasa Indonesia.
Panggilan untuk Adik Laki-laki dari Ayah Atau Ibu di Keluarga
Untuk aturan silsilah dalam bahasa Indonesia berbeda dengan aturan dalam bahasa Inggris. Untuk istilah silsilah keluarga dalam bahasa Indonesia yang digunakan secara umum dikutip adalah sebagai berikut dengan posisi ego adalah diri sendiri.
Cilawagi
Buyut
Moyang
Nenek/Kakek
Ibu/Bapak
Ego
Anak
Cucu
Cicit/buyut
Piut/canggah
Angga
Sementara itu dalam keluarga Jawa khususnya Jawa Tengah istilah silsilah keluarganya beda lagi dikutip dari buku Dampak Modernisasi Terhadap Hubungan Kekerabatan di Daerah Jawa Tengah karya Moehadi dkk, (1988) berikut adalah silsilah keluarga sampai generasi ke-10.
Generasi ke atas:
Bapak/ibu
Simbah
Buyut
Canggah
Wareng
Udheg-udheg
Gantung siwur
Gropak senthe
Debog bosok
Galih asem
Dalam silsilah generasi ke atas bapak atau ibu adalah anak atau putra dari simbah. Simbah dalam bahasa Indonesia adalah kakek atau nenek. Kemudian simbah adalah anak dari simbah buyut, dan begitu seterusnya.
Generasi ke bawah:
Anak/putra
Putu/wayah
Buyut
Canggah
Wareng
Udheg-udheg
Gantung siwur
Gropak Senthe
Debog bosok
Galih asem
Sedangkan dalam generasi ke bawah posisi anak adalah orang tua dari putu atau wayah. Putu dalam Bahasa Indonesia adalah cucu. Dengan demikian anak adalah kakek dari putu buyut begitu juga seterusnya.
Tentunya silsilah keluarga ini akan berbeda di daerah yang lain, karena Indonesia memang sangat beragam jadi setiap daerah biasanya memiliki sebutan untuk silsilah keluarga masing-masing. Jadi untuk panggilan untuk adik laki-laki dari ayah atau ibu dalam bahasa Indonesia adalah paman. (WWN)
