Pelaksanaan Prinsip Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran yang Kontekstual

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam dunia pendidikan salah satu hal penting yang tidak boleh terlewatkan adalah penyusunan tujuan pembelajaran. Lantas, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana pelaksanaan prinsip penyusunan alur tujuan pembelajaran yang kontekstual?
Untuk menjawab pertanyaan tersebut maka guru harus menyesuaikan dengan kondisi siswa. Selain itu, juga harus memperhatikan prinsip penyusunan alur tujuan pembelajaran.
Bagaimana Pelaksanaan Prinsip Penyusunan Alur Tujuan Pembelajaran yang Kontekstual? Ini Jawabannya
Dikutip dari laman resmi SMP N 4 Karanganyar, www.smpn4kra.sch.id, perumusan dan penyusunan alur tujuan pembelajaran berguna untuk mengarahkan guru dalam merencanakan, mengimplementasikan dan mengevaluasi pembelajaran.
Dalam proses penyusunan alur tujuan pembelajaran ada beberapa prinsip yang harus diperhatikan. Secara umum, ada tujuh prinsip utama, yaitu sebagai berikut.
Sederhana dan informatif
Esensial dan kontekstual
Berkesinambungan
Pengoptimalan tiga aspek kompetensi
Merdeka belajar
Operasional dan aplikatif
Adaptif dan fleksibel
Lalu, yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana pelaksanaan prinsip penyusunan alur tujuan pembelajaran yang kontekstual? Pelaksanaan prinsip penyusunan alur tujuan pembelajaran yang kontekstual dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut.
1. Pahami Konteks Siswa
Kenali latar belakang, kebutuhan, tingkat pengetahuan, keterampilan, dan minat siswa. Hal ini akan membantu mengaitkan pembelajaran dengan pengalaman dan kebutuhan mereka.
2. Tentukan Tujuan Pembelajaran
Identifikasi tujuan-tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Pastikan tujuan-tujuan ini relevan dengan kurikulum dan kehidupan sehari-hari siswa. Tujuan-tujuan ini harus bersifat spesifik, terukur, dapat dicapai, realistis, dan memiliki batas waktu (SMART).
3. Pilih Konteks yang Relevan
Pilih konteks atau situasi nyata yang relevan dengan materi pembelajaran dan kehidupan sehari-hari siswa. Hal ini dapat berupa kasus nyata, masalah sehari-hari, atau skenario yang dapat memotivasi dan menantang siswa.
4. Gunakan Pendekatan Masalah atau Proyek
Gunakan pendekatan masalah atau proyek untuk mengajak siswa menyelesaikan masalah atau membuat produk yang berkaitan dengan konteks yang dipilih. Hal ini akan membantu siswa mengembangkan keterampilan berpikir kritis, kreatif, kolaboratif, dan komunikatif.
5. Lakukan Refleksi dan Penilaian
Lakukan refleksi dan penilaian pada setiap akhir pembelajaran untuk mengevaluasi proses dan hasil belajar siswa.
Baca juga: 5 Tips Cara Mengatasi Siswa yang Kesulitan Belajar
Demikian adalah jawaban dari pertanyaan bagaimana pelaksanaan prinsip penyusunan alur tujuan pembelajaran yang kontekstual. (WWN)
