Pelaku Ekonomi dalam Suatu Perekonomian dan Perannya

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam kegiatan ekonomi, terdapat banyak pihak yang berperan penting agar roda perekonomian berputar. Pelaku ekonomi dalam suatu perekonomian terdiri atas rumah tangga produsen, rumah tangga konsumen, pemerintah dan masyarakat luar negeri. Berikut ulasannya.
Pelaku Ekonomi dalam Suatu Perekonomian
Kebutuhan manusia meliputi barang dan jasa. Kebutuhan manusia itu beragam dan tidak ada habisnya. Ketika suatau kebutuhan terpenuhi, akan timbul kebutuhan yang lain. Demikian seterusnya hingga produksi terus terjadi dan perekonomian terus berputar. Oleh karena itu, pelaku ekonomi dalam suatu perekonomian melibatkan banyak pihak.
Kegiatan-kegiatan dalam perekonomian adalah:
Produksi
Distribusi
Konsumsi
Sedangkan pelaku ekonomi dalam suatu perekonomian yang disebutkan dalam e-Modul Direktorat Pembinaan SMA tentang Peran Pelaku Ekonomi Dalam Kegiatan Ekonomi (2019) dan disusun oleh Wiwit Yuliani terdiri atas:
Rumah Tangga Produsen (RTP)
Rumah Tangga Konsumen (RTK)
Pemerintah
Masyarakat Internasional
Baca juga: Pelaku Kegiatan Ekonomi Lengkap dengan Perannya
Peran Pelaku Ekonomi dalam Suatu Perekonomian
1. Rumah Tangga Produsen (RTP)
Rumah tangga produsen adalah segala jenis usaha yang bersifat dan terus-menerus beroperasi dalam wilayah Indonesia. Kegiatan-kegiatan dalam rumah tangga produsen adalah:
Memproduksi dan menjual barang dan jasa.
Melakukan pembelian bahan baku.
Melakukan investasi dan mengusahakan pembiayaan produksi.
Membayar pajak.
2. Rumah Tangga Konsumen (RTK)
Rumah tangga konsumen adalah individu atau kelompok yang melakukan kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatau barang atau jasa. Kegiatan-kegiatan dalam rumah tangga konsumen adalah:
Menerima penghasilan atau upah dari rumah tangga produsen jika bekerja.
Menggunakan penghasilan tersebut di untuk membayar barang atau jasa.
3. Pemerintah
Pemerintah memiliki peran utama sebagai penentu kebijakan-kebijakan ekonomi, yaitu:
Kebijakan fiskal, yaitu yang berhubungan dengan APBN atau Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.
Kebijakan moneter, yaitu yang mengatur peredaran dan kestabilan mata uang.
Kebijakan keuangan internasional, yaitu yang berhubungan dengan perdagangan dan kerjasama internasional.
4. Masyarakat Luar Negeri
Kebutuhan ekonomi yang tidak bisa dipenuhi oleh kegiatan ekonomi dalam negeri akan membutuhkan kerjasam dengan negara lain. Demikian pula dengan hasil produksi yang berlimpah di dalam negeri membutuhkan pasar luar negeri untuk mendapatkan keuntungan.
Perekonomian yang maju ditentukan oleh peran pelaku ekonomi dalam suatu perekonomian tersebut. Jika salah satu peran tidak dilaksanakan dengan baik maka akan terjadi beberapa gangguan ketidakstablian, antara lain inflasi, kelangkaan barang, harga yang tidak terkendali, hingga krisis ekonomi. (LUS)
