Pembahasan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 173

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi merupakan ragam sastra dengan penggunaan bahasa yang masih terikat oleh matra, irama, penyusunan larik, bait, atau rima. Puisi juga dapat dijelaskan sebagai sebuah gubahan atau sajak dalam bahasa, di mana bentuknya dapat ditata dan dipilih dengan cermat. Penjelasan mengenai puisi dapat dipahami lebih lanjut dalam soal dan kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 10 halaman 173.
Terdapat dua unsur yang membangun puisi, yaitu unsur intrinsik (batin dan fisik) serta ekstrinsik (biografi, sosial, dan nilai). Kedua unsur ini penting dalam menciptakan sebuah susunan kata yang indah.
Soal dan Kunci Jawaban Bahasa Indonesia Kelas 10 Halaman 173
Puisi tersusun atas kata-kata indah unsur-unsur lain yang merupakan cerminan perasaan penulisnya. Dikutip dari buku Pembelajaran Puisi, Apresiasi dari Dalam Kelas oleh Supriyanto (2020: 10), terdapat unsur intrinsik yang membahas struktur non-fisik pada puisi dan unsur fisik yang membahas bentuk fisik atau bentuk yang tampak pada puisi.
Berikut adalah penjelasan lebih lanjut mengenai unsur puisi dalam soal dan kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 10 halaman 173:
Secara berkelompok, kalian dapat berlatih menelaah puisi karya D. Zawawi Imron di atas dalam isian tabel berikut.
1. Majas (gaya bahasa)
Jenis Majas: Metafora => Larik: Ibu adalah gua pertapaanku
Jenis Majas: Metafora => Larik: Kasihmu ibarat samudra
Jenis Majas: Metafora => Larik: Bidadari berselendang bianglala
2. Pengimajian (citraan)
Jenis pengimajian: Penglihatan => Larik: Daunan pun gugur bersama reranting, sumur-sumur kering,
saat bunga kembang menunjuk ke langit, kemudian ke bumi
Jenis pengimajian: Penciuman => Larik: Semerbak bau sayang
Jenis pengimajian: Perasaan => Larik: Di hati ada mayang siwalan
3. Kata konkret
Kata konkret: Bunga => Larik: saat bunga kembang menyemerbak; Makna: Tanaman yang berbunga
Kata konkret: Kering => Larik: Sumur-sumur kering, Daunan pun gugur bersama reranting; Makna: Musim kemarau
Kata konkret: Langit dan Bumi => Larik: Ibu menunjuk ke langit, kemudian ke bumi; Makna: Hidup tidak boleh sombong, tetapi harus merendah.
4. Kata konotatif
Kata konotatif: Air mata ibumu => Larik: hanya mata air air matamu ibu
Kata konotatif: sari-sari kerinduan => Larik: memutikkan sari-sari kerinduan
Kata konotatif: hutang => Larik: lantaran hutangku padamu tak kuasa kubayar
Kata konotatif: samudra => Larik: bila kasihmu ibarat samudra sempit lautan teduh
Baca juga: Pembahasan Soal Tema 7 Kelas 5 dan Kunci Jawaban untuk Latihan
Puisi merupakan salah satu karya sastra yang masih terikat oleh matra, irama, penyusunan larik, bait, atau rima. Demikian penjelasan mengenai soal dan kunci jawaban bahasa Indonesia kelas 10 halaman 173. Semoga bermanfaat! (CHL)
