Konten dari Pengguna

Penegasan Ulang, Struktur, dan Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi untuk Penegasan Ulang adalah. Sumber: Unsplash/Debby Hudson
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi untuk Penegasan Ulang adalah. Sumber: Unsplash/Debby Hudson

Penegasan ulang adalah salah satu struktur teks eksposisi. Dalam pelajaran Bahasa Indonesia, dipelajari berbagai jenis teks, salah satunya adalah teks eksposisi. Teks eksposisi memiliki struktur tertentu yang membedakannya dengan jenis teks yang lain.

Selain struktur, teks eksposisi juga memiliki kaidah kebahasaan tertentu yang penting untuk diketahui. Salah satu kaidah kebahasaan teks ini adalah menggunakan kata-kata teknis.

Penegasan Ulang adalah Salah Satu Struktur Teks Eksposisi

Ilustrasi untuk Penegasan Ulang adalah. Sumber: Unsplash/Jilbert Ebrahimi

Apa itu teks eksposisi? Mengutip dari Super Complete SMP/MTs 7,8,9, Khoerunnisa, dkk (2020:567), teks eksposisi merupakan teks yang berisi informasi berupa gagasan pendapat dan fakta yang bertujuan untuk memberikan suatu informasi dan pengetahuan.

Penegasan ulang adalah salah satu struktur teks eksposisi. Berikut penjelasan struktur teks eksposisi.

1. Tesis

Tesis adalah bagian pertama sekaligus pembuka dalam teks eksposisi. Bagian ini adalah bagian yang berfungsi untuk mengajikan pengenalan isu, masalah, gagasan utama, dan pandangan penulis secara umum tentang topik yang dibahas.

Tesis juga disebut sebagai pernyataan pendapat. Sebelum membuat teks eksposisi, penulis harus sudah menemukan tujuan teks eksposisi tersebut.

2. Rangkaian Argumen

Bagian selanjutnya adalah rangkaian argumen. Rangkaian argumen adalah pendapat berupa alasan logis, informasi sesuai dengan hasil temuan, fakta yang terjadi di lapangan, hingga pernyataan para ahli. Pada bagian ini ditemukan banyak pendapat sebagai penjelasan atas tesis yang sudah dijelaskan sebelumnya.

3. Penegasan Ulang

Setelah rangkaian argumen, teks eksposisi ditutup dengan penegasan ulang. Penegasan ulang bertujuan untuk memberikan penegasan terhadap pendapat awal dan menyajikan simpulan serta saran dari keseluruhan masalah yang dibahas.

Kaidah Kebahasaan Teks Eksposisi

Ilustrasi untuk Penegasan Ulang adalah. Sumber: Unsplash/Ben White

Sama seperti jenis teks lainnya, teks eksposisi memiliki kaidah kebahasaan atau gaya bahasa tertentu. Berikut beberapa di antaranya.

1. Kata-Kata Teknis

Teks eksposisi menggunakan banyak kata teknis atau istilah yang berhubungan dengan topik atau masalah yang dibahas. Misalnya, pada sektor kehutanan, hutan lindung, penebangan liar, dan sebagainya.

2. Kata yang Berhubungan dengan Argumentasi

Teks eksposisi juga menggunakan kata-kata yang berhubungan dengan argumentasi. Contohnya, seperti sebab, jika, karena, dengan demikian, oleh karena itu, akibatnya.

3. Kata-Kata Rujukan

kaidah kebahasaan teks eksposisi berikutnya adalah penggunaan kata-kata rujukan. Kata rujukan ini digunakan untuk menghubungkan suatu informasi atau pendapat seseorang. Misalnya, merujuk pada pendapat…, berdasarkan data…., dan lainnya.

Baca juga: 6 Jenis Pengembang Teks Eksposisi beserta Contohnya

Penegasan ulang adalah salah satu struktur teks eksposisi. Penegasan ulang berisi simpulan dan saran dari topik yang dibahas. (KRIS)