Konten dari Pengguna

Penemu Homo Wajakensis pada Tahun 1889 Menurut Sejarah

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Homo wajakensis ditemukan pada tahun 1889 di Wajak oleh B.D van Rietschoten, sumber foto (Yaroslav Muzychenko) by unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Homo wajakensis ditemukan pada tahun 1889 di Wajak oleh B.D van Rietschoten, sumber foto (Yaroslav Muzychenko) by unsplash.com

Siapakah penemu homo wajakensis? Homo wajakensis ditemukan pada tahun 1889 di Wajak oleh B.D van Rietschoten. Beliau adalah seorang insinyur pertambangan yang melakukan penelitian di Tulungagung, tepatnya di kawasan pertambangan marmer. Penemuannya tersebut adalah fosil manusia purba pertama yang akhirnya mampu menciptakan dorongan lebih besar dalam penelitian evolusi manusia beserta perkembangan masa prasejarah di Indonesia. Homo wajakensis adalah salah satu jenis Homo sapiens atau manusia purba.

Fosil yang ditemukan adalah fragmen rahang bawah, tengkorak, dan beberapa ruas tulang leher. Fosil-fosil tersebut diduga milik manusia dengan jenis kelamin perempuan berusia 30-an tahun. Homo wajakensis dikategorikan sebagai Homo sapiens pertama di Asia.

Temuan Fosil Manusia Pertama Asal Indonesia

Mengutip buku Penunjang Mata Pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial oleh Mapata (2017), pada tahun berikutnya, penelitian tentang fosil homo wajakensis dilanjutkan oleh Eugene Dubois di lokasi yang sama dengan penelitian yang dilakukan Rietschoten. Menurut sejarah, fosil yang ditemukan adalah tengkorak, rahang atas, rahang bawah, tulang kering, dan tulang paha.

Eugene Dubois memprediksi bahwa Homo wajakensis tergolong sebagai ras Australoide yang bernenek moyang Homo soloensis.

Homo wajakensis diduga hidup sekitar 40.000 tahun yang lalu di Indonesia. Walaupun ditemukan di Jawa Timur, namun ras manusia ini tidak hanya mendiami Indonesia barat saja, tetapi juga di wilayah nusantara bagian timur.

Homo wajakensis memiliki kemampuan untuk membuat alat-alat dari tulang ataupun batu. Mereka juga mengetahui cara memasak makanan dengan metode yang sangat sederhana.

Tidak hanya itu, mereka juga telah mengenal upacara penguburan mayat, sehingga digolongkan ke dalam Homo sapiens.

Ciri-ciri Homo Wajakensis

Ilustrasi Homo wajakensis ditemukan pada tahun 1889 di Wajak oleh B.D van Rietschoten, sumber foto (Timothy) by unsplash.com

Berikut adalah ciri-ciri Homo Wajakensis yang perlu dipahami:

  • Ukuran tengkoraknya sedang dan agak lonjong

  • Muka datar dan lebar

  • Akar hidungnya lebar dan bagian mulutnya menonjol sedikit

  • Dahinya sediki miring dan di atas matanya ada busur kening nyata

  • Volume otak sekitar 1.630 cc

  • Tingginya sekitar 173 cm

Kelebihan Homo Wajakensis

Sebagai salah satu jenis manusia prasejarah, homo Wajakensis memiliki sejumlah kelebihan, di antaranya sebagai berikut:

  • Memiliki fase kehidupan yang paling modern.

  • Termasuk manusia praaksara yang menambah kekayaan historis Indonesia.

  • Tengkoraknya mempunyai banyak kesamaan dengan penduduk Benua Australia.

  • Manusia praaksara yang pertama kali mengenal logam.

Usai menyimak pemaparan di atas, bisa disimpulkan bahwa penemu fosil Homo wajakensis adalah B.D van Rietschoten. Penelitian ini kemudian dilanjutkan oleh Eugene Dubois di lokasi yang sama. (DLA)