Penerapan Ekonomi Islam dalam Mempromosikan Etika Bisnis yang Tinggi

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bagaimana ekonomi Islam dapat mempromosikan etika bisnis yang tinggi? Sebagian siswa kelas 11 belum berhasil menjawab soal ini dengan tepat.
Seiring perkembangan ekonomi, banyak terjadi permasalahan pelanggaran di bidang etika bisnis. Untuk itu, dibutuhkan langkah untuk mengatur kembalinya etika dalam bisnis sesuai dengan ajaran Islam.
Bagaimana Ekonomi Islam Dapat Mempromosikan Etika Bisnis yang Tinggi?
Ekonomi Islam menerapkan perilaku atau akhlak dalam berbisnis yang sesuai dengan ajaran agama. Dikutip dari buku Etika dan Konsep Manajemen Bisnis Islam, Iwan Aprianto (2020:8), berikut adalah jawaban untuk soal bagaimana ekonomi Islam dapat mempromosikan etika bisnis yang tinggi.
1. Jujur
Kejujuran merupakan salah satu etika bisnis yang dapat membawa keberuntungan. Rasulullah saw. dalam berbisnis selalu mengedepankan sifat jujur.
Beliau selalu menjelaskan kualitas sebenarnya dari barang yang dijual, serta tidak pernah berbuat curang, bahkan mempermainkan timbangan. Rasulullah saw. bersabda:
"Penjual dan pembeli dapat melakukan khiyar (memilih) selagi belum berpisah atau sampai keduanya berpisah. Apabila keduanya telah setuju dan jelas maka jual belinya mendapatkan berkah. Dan apabila keduanya saling menekan dan berdusta, maka dihapus keberkahan yang ada pada jual belinya (tidak mendapatkan keberkahan)" (HR. Al-Bukhari).
2. Amanah
Amanah dalam bahasa Indonesia adalah dapat dipercaya. Bisnis biasanya dibangun atas dasar kepercayaan.
Oleh karena itu, amanah adalah komponen penting dalam berbisnis. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Al-Quran.
يأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا لا تَخُونُوا الله وَالرَّسُولَ وَتَخُونُوا أَمْنَتِكُمْ وَأَنتُمْ تَعْلَمُونَ
Artinya: "Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu. mengkhianati Allah dan Rasul (Muhammad), dan (juga) janganlah kamu mengkhianati amanat-amanat yang dipercayakan kepadamu, sedang kamu mengetahui" (Qs. Al Anfal:27).
3. Ramah
Ramah merupakan sifat terpuji yang dianjurkan oleh agama Islam untuk siapa saja dan kepada siapa saja. Dengan ramah, maka banyak orang yang suka, dengan ramah banyak pula orang yang senang. Karena sifat ramah merupakan bentuk aplikasi dari kerendahan hati.
Baca juga: Pengertian Konsep Ekonomi Islam dan Tujuannya
Bagaimana ekonomi Islam dapat mempromosikan etika bisnis yang tinggi? Ekonomi Islam dijalankan dengan mengutamakan akhlak, yang bertujuan untuk keberkahan, dan keselamatan dunia akhirat.(DK)
