Konten dari Pengguna

Penerapan Pancasila pada Masa Awal Kemerdekaan Indonesia

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Penerapan Pancasila pada Masa Awal Kemerdekaan, sumber foto (Mufid Majnun) by unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Penerapan Pancasila pada Masa Awal Kemerdekaan, sumber foto (Mufid Majnun) by unsplash.com

Penerapan Pancasila pada masa awal kemerdekaan Indonesia tidak semudah seperti masa sekarang. Tantangan yang harus dihadapi oleh para pejuang dan pendiri bangsa sangat besar karena munculnya banyak pemberontakan.

Bangsa Indonesia di masa kini patut bersyukur bahwa penerapan Pancasila di masa kini mampu membawa kedamaian dan keadilan bagi seluruh warga Negara. Meskipun demikian, tidak ada salahnya bagi generasi di masa kini untuk mempelajari sejarah penerapan Pancasila di masa lampau untuk mengambil hikmah dan pelajaran dari peristiwa tersebut.

Penerapan Pancasila pada Masa Awal Kemerdekaan

Ilustrasi Penerapan Pancasila pada Masa Awal Kemerdekaan, sumber foto (Mufid Majnun) by unsplash.com

Penerapan Pancasila pada masa awal kemerdekaan tidak semudah yang masyarakat pikirkan. Mengutip buku Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan (PPKn) SMP/MTs Kelas 9 oleh Sri Nurhayati & Iwan Muharji (2021), masa awal kemerdekaan terbagi ke dalam dua periode, yakni periode 1945-1950 dan periode 1950-1059.

Sejak awal perumusannya, Pancasila telah menguras banyak pemikiran para pendiri bangsa. Sebab, pada akhirnya Pancasila akan menjadi landasan ideologi sekaligus dasar negara Indonesia. Oleh karena itu, tidak heran jika perumusan maupun penerapannya sangat dipikirkan dengan matang.

Penerapan Pancasila tentunya penuh perjuangan karena pada masa itu banyak terjadi penyimpangan yang menghalangi berdirinya negara Indonesia. Beberapa pemberontakan yang mengancam kedaulatan negara Indonesia yaitu:

  • Pemberontakan PKI pada tanggal 18 September 1948 di Madiun

  • Pemberontakan DI/TII pada tahun 1949.

  • Peristiwa kudeta militer besar-besaran oleh Angkatan Perang Ratu Adil (APRA) di Bandung pada tanggal 23 Januari 1950.

Pada tahun 1959-1966, pelaksanaan demokrasi terpimpin atau Orde lama baru dimulai. Demokrasi pada masa itu tidak dipegang oleh rakyat, melainkan oleh presiden yang menjabat kala itu, yakni Ir. Soekarno.

Ir. Soekarno menggabungkan paham nasionalis, agama, dan komunis yang pada masa itu dinilai tidak cocok diterapkan di Indonesia. Hal ini terbukti dengan merosotnya moral masyarakat yang tidak lagi berlandaskan pada nilai-nilai luhur Pancasila.

Baca juga: (Apa Arti Pancasila sebagai Dasar Negara? Ini Penjelasannya)

Penerapan Pancasila pada masa awal kemerdekaan dapat menjadi pembelajaran tersendiri untuk meningkatkan persatuan dan kesatuan masyarakat Indonesia yang heterogen. (DLA)