Pengakuan Iman Rasuli Versi Kristen Protestan dan Katolik

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengakuan Iman Rasuli merupakan kredo awal iman Kristen yang banyak digunakan oleh denominasi-denominasi Kristen. Pengakuan iman ini biasanya digunakan untuk tujuan liturgis maupun katekismus.
Pengakuan iman berisi pokok-pokok ajaran yang dianggap sebagai kebenaran ilahi dalam keyakinan Kristen. Secara khusus, pengakuan ini menekankan keilahian Yesus Kristus, kematian dan kebangkitan-Nya, serta peran penting para rasul dalam menyampaikan ajaran Injil.
2 Versi Pengakuan Iman Rasuli
Terdapat dua versi dari pengakuan iman ini, yaitu menurut ajaran Katolik Roma dan Kristen Protestan. Hal ini berawal dari dua sumber utamanya, yakni Kredo Rasuli dan Kredo Nicea.
Kredo Rasuli adalah pernyataan iman konvensional, yang diyakini dihasilkan oleh para rasul pada abad pertama Masehi. Kredo Nicea, yang dihasilkan pada Konsili Nicea pada tahun 325 Masehi.
Menurut buku Katekismus Besar Martin Luther, Lutheran Literature, (2009), Kredo Nicea dapat menyempurnakan Kredo Rasuli dan menambahkan klarifikasi mengenai doktrin Tritunggal. Berikut adalah dua versi dari Pengakuan Iman Rasuli:
1. Versi Katolik Roma
Aku percaya akan Allah, Bapa yang Mahakuasa, khalik langit dan bumi; dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang tunggal, Tuhan kita, yang dikandung dari Roh Kudus, lahir oleh Perawan Maria; yang menderita sengsara dalam pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati, dan dikuburkan; yang turun ke tempat penantian pada hari ketiga bangkit dari antara orang mati; yang naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah Bapa yang Mahakuasa; dari situ Ia akan datang mengadili orang yang hidup dan yang mati. Aku percaya akan Roh Kudus, Gereja kudus dan am, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan tubuh, kehidupan kekal. Amin.
2. Versi Kristen Protestan
Aku percaya kepada Allah, Bapa Yang Mahakuasa, Khalik langit dan bumi. Dan kepada Yesus Kristus, Anak-Nya yang Tunggal, Tuhan kita, yang dikandung dari Roh Kudus, lahir dari anak dara Maria, yang menderita sengsara di bawah pemerintahan Pontius Pilatus, disalibkan, mati, dan dikuburkan, turun dalam kerajaan maut. Pada hari yang ketiga bangkit pula dari antara orang mati, naik ke surga, duduk di sebelah kanan Allah, Bapa Yang Mahakuasa. Dan dari sana Ia akan datang untuk menghakimi orang yang hidup dan yang mati. Aku percaya kepada Roh Kudus, Gereja yang Kudus dan Am, Persekutuan orang Kudus, Pengampunan dosa, Kebangkitan daging, Dan hidup yang kekal. Amin.
Baca Juga: Buah Iman Kepada Rasul yang Harus Dipahami
Saat kebanyakan umat Kristen masih buta huruf, pengulangan secara lisan Pengakuan Iman Rasuli Katolik dilakukan seiring dengan Doa Bapa Kami dan Sepuluh Perintah Tuhan (Dasa Titah). Inilah yang membantu melestarikan dan menyebarkan iman Kristiani dari gereja-gereja Barat.
Secara sederhana, dapat dikatakan bahwa Pengakuan Iman Rasuli mencakup keyakinan tentang Allah Tritunggal, Kristus, Roh Kudus, gereja, keselamatan, manusia dan dosa. Selain itu juga doktrin akhir zaman. (DNR)
