Konten dari Pengguna

Pengertian Aksara Murda, Fungsi, dan Penggunaannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Aksara Murda yaiku Aksara kang Ana Ing Tata Tulis Aksara Jawa, Foto: pixabay/bahtiararbi
zoom-in-whitePerbesar
Aksara Murda yaiku Aksara kang Ana Ing Tata Tulis Aksara Jawa, Foto: pixabay/bahtiararbi

Aksara murda yaiku salah siji jinise aksara kang ana ing tata tulis aksara Jawa. Aksara murda (aksara Jawa murda atau aksara gedhe) adalah aksara yang memiliki fungsi penting di dalam sastra Jawa.

Aksara Murda yaiku Aksara kang Ana Ing Tata Tulis Aksara Jawa

Berdasarkan buku Aksara-aksara di Nusantara: Seri Ensiklopedia, Ridwan Maulana, (2020:85), aksara murda yaiku salah siji jinise aksara kang ana ing tata tulis aksara Jawa. Pengertian aksara murda adalah bagian dari aksara Jawa atau carakan yang dimanfaatkan untuk menulis nama, jabatan, gelar, atau tempat dengan huruf kapital.

Pengertian sederhana dari aksara murda adalah huruf kapital versi Jawa. Aksara murda ini tidak bisa digunakan secara sembarangan, melainkan harus mengikuti berbagai ketentuan yang berlaku.

Ada 8 aksara Jawa murda, tetapi hanya 7 yang sering digunakan. Kedelapan aksara Jawa itu meliputi:

  • Na

  • Ka

  • Ta

  • Sa

  • Pa

  • Nya

  • Ga

  • Ba

Karena hanya ada 8 huruf, maka tidak semua tulisan aksara Jawa memiliki versi murda-nya. Untuk yang tidak memiliki aksara Jawa murda, maka bisa tetap menggunakan hanacaraka atau aksara biasa.

Fungsi Aksara Murda

Aksara Murda di dalam sastra Jawa memiliki fungsi untuk menuliskan:

  • Nama seseorang

  • Gelar

  • Jabatan

  • Tempat

  • Organisasi

  • Lembaga

  • Letak geografis (nama desa, kota, sungai, gunung, dan lain-lain)

Aturan Penggunaan Aksara Murda

Aturan Penggunaan Aksara Murda , Foto: pixabay/ahsukurke

Agar tidak keliru, simak deretan aturan penggunaan aksara murda dalam sastra Jawa di bawah ini:

  1. Aksara murda tidak dapat dijadikan huruf mati.

  2. Aksara murda bisa diberikan pasangan, yang berguna saat aksara sebelum murda dibaca mati.

  3. Aksara murda bisa diberikan sandhangan.

  4. Awal kalimat tidak perlu menggunakan aksara murda, kecuali kalau kalimat diawali dengan nama orang, jabatan, gelar, tempat, organisasi, lembaga, atau letak geografis.

  5. Jika suatu kata tidak memiliki aksara murda, maka kata itu bisa menggunakan aksara hanacaraka biasa, walaupun kata itu merupakan nama orang, jabatan, gelar, tempat, letak geografis, lembaga, atau organisasi.

  6. Aksara murda digunakan dengan urutan awal kata hingga akhir kata. Contoh: saat huruf awal tidak memiliki murda, maka demikian pula huruf kedua, huruf ketiga, dst.

  7. Setiap satu kata cukup mengandung satu (1) aksara murda.

Demikianlah penjelasan tentang aksara murda. Semangat mempelajari sastra Jawa!(BRP)