Konten dari Pengguna

Pengertian Bait dan Baris dalam Puisi beserta Contohnya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi bait dan baris dalam sebuah puisi. Foto: Unsplash/Álvaro Serrano
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi bait dan baris dalam sebuah puisi. Foto: Unsplash/Álvaro Serrano

Puisi merupakan salah satu jenis karya sastra dengan kata dan bahasa yang indah. Selain itu, terdapat beberapa hal yang ada dalam sebuah puisi, di antaranya adalah bait dan baris. Sebenarnya, apa pengertian bait dan baris dalam puisi?

Baca Juga: Cara Membuat Puisi Pendidikan 4 Bait Lengkap dengan Contohnya

Pengertian Bait dan Baris dalam Puisi beserta Contohnya

Ilustrasi perbedaan antara bait dan baris dalam puisi. Foto: Unsplash/Ksenia Makagonova

Karya sastra puisi sudah ada jauh sebelum manusia mengenal bahasa secara sempurna. Puisi berawal dari suara-suara hingga gerakan manusia dalam melaksanakan sebuah ritual.

Seiring berjalannya waktu, bahasa manusia juga ikut berkembang yang membuat puisi berubah yang sebelumnya hanya bunyi dan gerak menjadi bahasa verbal yang banyak makna. Selain itu, manusia juga lebih mahir dalam mengucapkan mantra-mantra dengan irama tertentu.

Baca Juga: Pengertian Baris Bilangan

Bentuk puisi yang terkesan berhubungan dengan ritual, kemudian berkembang menjadi lebih bebas. Dampaknya adalah puisi baru tidak begitu terikat dengan aturan, seperti jumlah suku kata, jumlah bait, dan lainnya. Meski demikian, beberapa puisi baru dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah baris tiap bait.

Pengertian dari bait dalam puisi adalah suatu kesatuan dalam puisi yang terdiri dari beberapa baris. Dengan kata lain, setiap bait terdiri dari beberapa baris, mulai dari dua, empat, enam, dan masih banyak lagi.

Sedangkan baris merupakan satu kesatuan dalam puisi yang terdiri dari beberapa kata. Jumlah suku kata dalam setiap baris di antara delapan hingga sepuluh.

Menurut Eko Sugiarto dalam buku Mahir Menulis Pantun dan Puisi: Panduan bagi Pelajar (2014: 34), jumlah bait tiap baris dalam puisi baru dikelompokkan menjadi tujug bagian, yakni:

  • Distikon: puisi yang terdiri atas 2 baris dalam satu bait (2 baris seuntai).

  • Terzina: puisi yang terdiri atas 3 baris dalam satu bait (3 baris seuntai).

  • Kuatren: puisi yang terdiri atas 4 baris dalam satu bait (4 baris seuntai).

  • Kuin: puisi yang terdiri atas 5 baris dalam satu bait (5 baris seuntai).

  • Sekstet: puisi yang terdiri atas 6 baris dalam satu bait (6 baris seuntai).

  • Septima: puisi yang terdiri atas 7 baris dalam satu bait (7 baris seuntai).

  • Oktaf/dobel kuatren/stanza: puisi yang terdiri atas 8 baris dalam satu bait (8 baris seuntai).

Contoh puisi bait dalam puisi baru yakni:

Karawang-Bekasi

Karya: Chairil Anwar

Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi

tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi

Tapi, siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,

terbayang kami maju dan mendegap hati?

Bait 1

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu

Kenang, kenanglah kami

Kami sudah coba apa yang kami bisa

Tapi, kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa

Bait 2

Kami cuma tulang-tulang berserakan

Tapi, adalah kepunyaanmu

Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan

Bait 3

Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan,

dan harapan atau tidak untuk apa-apa

Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata

Kaulah sekarang yang berkata

Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi

Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak

Bait 4

Kenang, kenanglah kami

Teruskan, teruskan jiwa kami

Menjaga Bung Karno

Menjaga Bung Hatta

Menjaga Bung Sjahrir

Kami sekarang mayat

Berikan kami arti

Bait 5

Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian

Kenang, kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu

Beribu kami terbaring antara Karawang—Bekasi

Bait 6

Itulah penjelasan singkat tentang pengertian bait dan baris dalam puisi. Dengan adanya bait dan baris, puisi dapat mudah dipisahkan dengan topik bait lainnya.(MZM)