Pengertian Bait dan Baris dalam Puisi beserta Contohnya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Puisi merupakan salah satu jenis karya sastra dengan kata dan bahasa yang indah. Selain itu, terdapat beberapa hal yang ada dalam sebuah puisi, di antaranya adalah bait dan baris. Sebenarnya, apa pengertian bait dan baris dalam puisi?
Baca Juga: Cara Membuat Puisi Pendidikan 4 Bait Lengkap dengan Contohnya
Pengertian Bait dan Baris dalam Puisi beserta Contohnya
Karya sastra puisi sudah ada jauh sebelum manusia mengenal bahasa secara sempurna. Puisi berawal dari suara-suara hingga gerakan manusia dalam melaksanakan sebuah ritual.
Seiring berjalannya waktu, bahasa manusia juga ikut berkembang yang membuat puisi berubah yang sebelumnya hanya bunyi dan gerak menjadi bahasa verbal yang banyak makna. Selain itu, manusia juga lebih mahir dalam mengucapkan mantra-mantra dengan irama tertentu.
Baca Juga: Pengertian Baris Bilangan
Bentuk puisi yang terkesan berhubungan dengan ritual, kemudian berkembang menjadi lebih bebas. Dampaknya adalah puisi baru tidak begitu terikat dengan aturan, seperti jumlah suku kata, jumlah bait, dan lainnya. Meski demikian, beberapa puisi baru dapat dikelompokkan berdasarkan jumlah baris tiap bait.
Pengertian dari bait dalam puisi adalah suatu kesatuan dalam puisi yang terdiri dari beberapa baris. Dengan kata lain, setiap bait terdiri dari beberapa baris, mulai dari dua, empat, enam, dan masih banyak lagi.
Sedangkan baris merupakan satu kesatuan dalam puisi yang terdiri dari beberapa kata. Jumlah suku kata dalam setiap baris di antara delapan hingga sepuluh.
Menurut Eko Sugiarto dalam buku Mahir Menulis Pantun dan Puisi: Panduan bagi Pelajar (2014: 34), jumlah bait tiap baris dalam puisi baru dikelompokkan menjadi tujug bagian, yakni:
Distikon: puisi yang terdiri atas 2 baris dalam satu bait (2 baris seuntai).
Terzina: puisi yang terdiri atas 3 baris dalam satu bait (3 baris seuntai).
Kuatren: puisi yang terdiri atas 4 baris dalam satu bait (4 baris seuntai).
Kuin: puisi yang terdiri atas 5 baris dalam satu bait (5 baris seuntai).
Sekstet: puisi yang terdiri atas 6 baris dalam satu bait (6 baris seuntai).
Septima: puisi yang terdiri atas 7 baris dalam satu bait (7 baris seuntai).
Oktaf/dobel kuatren/stanza: puisi yang terdiri atas 8 baris dalam satu bait (8 baris seuntai).
Contoh puisi bait dalam puisi baru yakni:
Karawang-Bekasi
Karya: Chairil Anwar
Kami yang kini terbaring antara Karawang-Bekasi
tidak bisa teriak "Merdeka" dan angkat senjata lagi
Tapi, siapakah yang tidak lagi mendengar deru kami,
terbayang kami maju dan mendegap hati?
Bait 1
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kami mati muda. Yang tinggal tulang diliputi debu
Kenang, kenanglah kami
Kami sudah coba apa yang kami bisa
Tapi, kerja belum selesai, belum bisa memperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Bait 2
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi, adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Bait 3
Atau jiwa kami melayang untuk kemerdekaan, kemenangan,
dan harapan atau tidak untuk apa-apa
Kami tidak tahu, kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicara padamu dalam hening di malam sepi
Jika ada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Bait 4
Kenang, kenanglah kami
Teruskan, teruskan jiwa kami
Menjaga Bung Karno
Menjaga Bung Hatta
Menjaga Bung Sjahrir
Kami sekarang mayat
Berikan kami arti
Bait 5
Berjagalah terus di garis batas pernyataan dan impian
Kenang, kenanglah kami yang tinggal tulang-tulang diliputi debu
Beribu kami terbaring antara Karawang—Bekasi
Bait 6
Itulah penjelasan singkat tentang pengertian bait dan baris dalam puisi. Dengan adanya bait dan baris, puisi dapat mudah dipisahkan dengan topik bait lainnya.(MZM)
