Konten dari Pengguna

Pengertian Benchmark beserta Jenis dan Cara Melakukannya

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Benchmark adalah. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Benchmark adalah. Sumber: pexels.com

Dalam dunia bisnis, terdapat banyak sekali istilah yang perlu dipahami. Salah satunya adalah benchmark. Adapun pengertian benchmark adalah proses pengukuran kinerja layanan dalam mengidentifikasi peluang bisnis.

Meski sebenarnya istilah ini sudah sering digunakan dalam berbagai industri bisnis, tetapi masih pelaku bisnis yang belum memahami konsep tersebut. Jadi, sebenarnya bagaimana cara melakukan benchmark dengan tepat?

Pengertian dan Jenis-Jenis Benchmark

Benchmark adalah. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Manajemen Waktu: 7 Langkah Membuat Hidup Penuh Arti, Hendri Tanjung dan Nur Rohim Yunus (2022:92), benchmark adalah meniru perbuatan orang lain dengan cara mengambil pelajaran (ibrah), untuk kemudian dijadikan patokan atau standar dalam berbuat.

Jadi, benchmark ini digunakan sebagai standar untuk membandingkan antara satu hal dengan lainnya yang sejenis. Dengan adanya patokan ini, maka berbagai hal bisa diukur sesuai standar baku yang umum.

Adapun beberapa jenis benchmark yang perlu diketahui adalah sebagai berikut.

  1. Internal benchmark, yakni kegiatan membandingkan proses serta komponen lain yang masih dilakukan dalam satu korporasi yang sama.

  2. External benchmark, yakni kegiatan membandingkan suatu hal antara perusahaan milik sendiri dengan perusahaan lain yang bergerak pada industri sejenis.

  3. Strategic benchmark, yakni upaya pengamatan bagaimana perusahaan bisa lebih unggul dari kompetitor lainnya.

  4. Process benchmark, yakni upaya pengamatan dengan cara membandingkan berbagai kegiatan operasional yang menyangkut proses pada perusahaan.

  5. Functional benchmark, yakni upaya membandingkan fungsionalitas kerja pada sebuah perusahaan dengan kompetitor yang masih dalam industri yang sama.

  6. Performance benchmark, yakni kegiatan membandingkan performa, seperti produk hingga jasa milik kompetitor. Adapun komponen yang bisa diamati antara lain harga produk, kualitas, dan lainnya.

  7. Product benchmark, yakni membandingkan produk dari perusahaan sendiri dengan kompetitor melalui kegiatan pengamatan.

  8. Financial benchmark, yakni kegiatan membandingkan kekuatan finansial atau kondisi keuangan perusahaan untuk bisa mendapatkan informasi tentang daya saing kompetitor.

Cara Melakukan Benchmarking

Cara melakukan benchmarking. Sumber: pexels.com

Berikut adalah beberapa cara benchmarking yang bisa dilakukan oleh sebuah perusahaan.

  1. Melakukan analisis proses internal.

  2. Menentukan proses benchmarking dengan melakukan berbagai pendekatan, seperti studi kasus, wawancara, atau penelitian lain yang berkaitan dengan bisnis dan marketing.

  3. Menentukan target kesuksesan perusahaan.

  4. Melakukan riset dan pengumpulan data.

  5. Mengaplikasikan temuan berdasarkan data yang diperoleh. Baru setelahnya, melakukan trial dan error sesuai hasil temuan tersebut.

Baca Juga: Pengertian Fertilisasi dan Prosesnya Lengkap

Demikian penjelasan tentang pengertian benchmark, jenis, hingga cara melakukannya yang bisa diterapkan perusahaan. Semoga bermanfaat. (Anne)