Pengertian Beriman kepada Allah Melalui Asma-Nya

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa maksud beriman kepada Allah melalui Asma-Nya? Beriman kepada Allah adalah bagian dari rukun iman yang pertama. Beriman artinya percaya, sehingga ketika kita beriman kepada Allah, artinya kita percaya dengan kehadiran dan kekuasaan Allah seutuhnya. Beriman kepada Allah SWT mencakup empat aspek, yakni mengimani keberadaan-Nya, mengimani rububiyah-Nya, mengimani uluhiyah-Nya, dan mengimani nama dan sifat Allah SWT. Pada kesempatan kali ini, mari membahas secara rinci mengenai pengertian beriman kepada Allah SWT melalui asma-Nya. Oleh karena itu, simak penjelasan di artikel ini.
Dalil tentang Beriman kepada Allah
Mengutip buku Kehidupan dalam Pandangan Al-Qur'an oleh Ahzami Samiun Jazuli (2006), Allah SWT telah mengatakan bahwa iman kepada Allah adalah suatu bentuk kebajikan. Dengan beriman, maka seorang muslim telah berupaya menjadi orang yang bertakwa. Hal ini tertuang dalam ayat berikut:
"Kebajikan itu bukanlah menghadapkan wajahmu ke arah timur dan ke barat, tetapi kebajikan itu ialah (kebajikan) orang yang beriman kepada Allah, hari akhir, malaikat-malaikat, kitab-kitab, dan nabi-nabi dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabat, anak yatim, orang-orang miskin, orang-orang yang dalam perjalanan (musafir), peminta-minta, dan untuk memerdekakan hamba sahaya, yang melaksanakan sholat dan menunaikan zakat, orang-orang yang menepati janji apabila berjanji, dan orang yang sabar dalam kemelaratan, penderitaan dan pada masa peperangan. Mereka itulah orang-orang yang benar, dan mereka itulah orang-orang yang bertakwa." (QS Al Baqarah ayat 177).
Pengertian Beriman kepada Allah Melalui Asma-Nya
Salah satu bentuk beriman kepada Allah adalah percaya dengan nama dan sifat-sifat-Nya. Allah SWT berfirman:
"Hanya milik Allah asma'ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asma'ul husna itu." (QS; Al A'raf : 180).
Dari ayat tersebut, dapat diketahui bahwa nama-nama Allah memang benar adanya dan harus diyakini. Nama-nama Allah adalah salah satu bentuk pintu ilmu.
Hal ini karena bab nama dan sifat Allah adalah bab yang paling banyak diperdebatkan oleh umat Islam. Meskipun demikian, perbedaan pendapat adalah hal yang sudah ada sejak dahulu, sehingga kita hanya perlu mengambil hikmah dan dampak positifnya saja.
Allah SWT berfirman, "Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya." (QS. An Nisa': 59).
Setelah menyimak penjelasan di atas, dapat disimpulkan bahwa beriman kepada Allah melalui nama-Nya adalah salah satu rukun iman yang wajib dimiliki oleh setiap muslim. Segala macam perbedaan penafsiran di kalangan umat muslim hendaknya dikembalikan kepada As-sunah dan Al-hadist yang sesuai dengan perintah-Nya. (DLA)
