Konten dari Pengguna

Pengertian Bias Informasi Lengkap dengan Contohnya dalam Penelitian

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Bias informasi adalah. Sumber: pexels.com
zoom-in-whitePerbesar
Bias informasi adalah. Sumber: pexels.com

Dalam melakukan penelitian, tak jarang akan terjadi bias informasi karena satu dan lain hal. Adapun bias informasi adalah bias yang dapat terjadi karena adanya kesalahan pemrosesan data.

Oleh karena itulah, penting bagi setiap peneliti untuk memahami konsep bias ini dengan baik. Apalagi sebenarnya ada banyak kategori bias yang sangat mungkin terjadinya dalam sebuah penelitian.

Pengertian Bias Informasi dan Contohnya dalam Penelitian

Bias informasi adalah. Sumber: pexels.com

Mengutip dari buku Populasi-Sampel, Teknik Sampling & Bias dalam Penelitian, I Ketut Swarjana (2022:143), pengertian bias informasi adalah distorsi dalam perkiraan hubungan antara faktor risiko dan penyakit yang karena kesalahan sistematis atau kesalahan klasifikasi mata pelajaran pada satu atau lebih variabel, baik faktor risiko atau status penyakit.

Umumnya, information bias atau bias informasi ini dapat terjadi selama proses pengumpulan data. Adapun bias informasi bisa muncul karena adanya misklasifikasi non diferensial apabila kelompok eksperimen dan kelompok kontrol sama-sama terpengaruh atau misklasifikasi diferensial apabila hal tersebut memengaruhi satu atau lebih kelompok lain.

Agar lebih mudah dalam memahami istilah bias informasi dalam penelitian, berikut adalah contoh yang bisa disimak.

1. Kurangnya Penyamaran

Dalam uji coba obat tekanan darah tinggi yang baru, peneliti mengetahui kelompok perlakuan mana yang ditugaskan secara acak. Harapan yang tinggi terhadap pengobatan baru ini dapat memengaruhi pembacaan pengukuran tekanan darah mereka.

Akibatnya, peneliti dapat meremehkan tekanan darah pada mereka yang telah diobati dan melebih-lebihkan tekanan darah pada mereka yang berada dalam kelompok kontrol. Hal inilah yang membuat peneliti kehilangan data penting tentang kemungkinan faktor yang berkontribusi terhadap timbulnya suatu penyakit atau kondisi.

2. Bias Ingatan

Orang yang menderita demensia cenderung tidak dapat mengingat faktor risiko tertentu yang dialami di awal kehidupan, seperti tekanan darah tinggi, pola makan yang buruk, atau merokok. Hal-hal ini mungkin berperan dalam timbulnya penyakit.

Hal ini karena ketidakmampuan mereka untuk mengingat informasi secara akurat, ketika diwawancarai atau diminta untuk mengisi survei, penderita demensia mungkin melaporkan bahwa mereka tidak terpapar faktor-faktor ini, padahal sebenarnya mereka pernah terpapar.

Karena bias ingatan, keberadaan berbagai faktor risiko mungkin tidak dilaporkan. Hal ini dapat membuat para peneliti meremehkan peran yang dimainkan oleh faktor-faktor ini dalam perkembangan penyakit.

Baca Juga: Jenis Buku yang Ditulis Berdasarkan Penelitian dan Contohnya

Jadi, bisa disimpulkan bahwa bias informasi adalah kesalahan yang terjadi dalam proses klasifikasi satu atau lebih variabel dalam penelitian. Semoga informasi ini bermanfaat, ya. (Anne)