Konten dari Pengguna

Pengertian BOP dan Contohnya dalam Proses Produksi

Berita Terkini
Penulis kumparan
28 Desember 2022 17:48 WIB
·
waktu baca 3 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi BOP adalah biaya overhead pabrik, sumber foto (Van Tay Media) by unsplash.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi BOP adalah biaya overhead pabrik, sumber foto (Van Tay Media) by unsplash.com
ADVERTISEMENT
BOP adalah biaya overhead pabrik yang menjadi salah satu elemen penting dalam kalkulasi biaya produksi. Biaya ini tergolong sebagai biaya yang dikeluarkan selama produksi, namun di luar biaya bahan baku dan biaya tenaga kerja. Secara umum, biaya produksi merupakan akumulasi biaya yang diperlukan selama proses produksi. Biaya ini mencakup biaya tenaga kerja, biaya bahan baku, dan biaya overhead pabrik.
ADVERTISEMENT
Biaya overhead pabrik dibebankan secara khusus, lalu dihitung sebagai salah satu biaya produksi per unit produk. Dengan kata lain, BOP termasuk biaya yang dikeluarkan oleh pabrik atau perusahaan yang tidak berkaitan langsung dengan proses produksi barang dan jasa, namun tetap digolongkan sebagai biaya pengeluaran perusahaan. Agar lebih memahami konsep BOP, simak pengertian dan contohnya di artikel ini.

Pengertian Biaya Overhead Pabrik (BOP)

Ilustrasi BOP adalah biaya overhead pabrik, sumber foto (Van Tay Media) by unsplash.com
Mengutip buku Akuntansi Biaya: (Konsep dan Implementasi di Industri Manufaktur) oleh Hendrani & Ramdhani (2020), biaya overhead pabrik merupakan biaya produk yang tidak langsung terhadap produk. BOP yang dicatat dalam persediaan barang mengacu pada pembebanan, bukan berdasarkan pemakaian.
ADVERTISEMENT
Dikarenakan bukan termasuk biaya bahan baku atau tenaga kerja, maka BOP disebut juga dengan biaya lain-lain. Biaya overhead pabrik perlu dikalkulasi oleh setiap pengusaha untuk mengetahui alokasi biaya yang dikeluarkan secara detail.

Contoh Biaya Overhead Pabrik

Agar semakin memahami biaya overhead, simak beberapa contohnya di artikel ini.

1. Tagihan Listrik, Air, dan Telepon

Tagihan air, listrik, dan telepon merupakan contoh konkret darii biaya overhead pabrik. Tagihan tersebut merupakan jenis mixed variable cost karena ketika aktivitas produksi 0, maka perusahaan tetap wajib membayarnya. Begitu pula ketika aktivitas produksi meningkat, maka tagihannya juga ikut melonjak.

2. Biaya Asuransi

Biaya asuransi juga tergolong sebagai biaya overhead, baik itu asuransi BPJS karyawan maupun asuransi aset perusahaan. Biaya asuransi adalah biaya overhead tetap karena nominalnya tidak berubah.

3. Perlengkapan Kantor

Perlengkapan kantor termasuk salah satu contoh biaya overhead karena tidak berkaitan secara langsung dengan produksi. Adapun contoh perlengkapan kantor yang dimaksud mencakup alat tulis, printer, mesin fotokopi, kursi, meja, dan berbagai alat lainnya.
ADVERTISEMENT

4. Biaya Pemasaran

Biaya pemasaran adalah biaya yang digunakan dalam promosi. Contohnya yaitu untuk membeli banner, pamflet, oklan di media sosial, dan lain-lain.

5. Komisi

Komisi, insentif, atau bonus adalah bagian dari biaya overhead variabel. Hal ini karena jumlahnya tidak dapat berubah-ubah dan diberikan sesuai kinerja karyawan.

6. Biaya Kegiatan Khusus

Setiap perusahaan tentu pernah melakukan kegiatan di luar operasional, seperti seminar, pelatihan karyawan, kunjungan industri, dan lain sebagainya. Biaya ini termasuk biaya overhead variabel.
Secara garis besar, contoh BOP adalah biaya tagihan, marketing, kegiatan khusus, dan lain sebagainya. Adapun karakteristik BOP adalah jumlahnya tidak proporsional dan sulit ditelusur agtau diidentifikasi langsung ke unit produk. (DLA)