Pengertian Bunga Majemuk dan Cara Menghitungnya dalam Matematika

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dalam ilmu Matematika, pasti sudah tidak asing dengan kata bunga majemuk. Bunga majemuk adalah istilah yang digunakan untuk jenis perhitungan bunga berdasarkan jumlah pokok awal ditambah dengan akumulasi bunga dari periode sebelumnya.
Bunga bisa diberikan oleh pemberi pinjaman kepada peminjam berdasarkan periode tertentu. Apalagi dalam dunia perbankan, bunga menjadi sebuah keuntungan tersendiri bagi nasabah. Meskipun mengalami penambahan nilai yang berbeda-beda.
Pengertian Bunga Majemuk
Dikutip dari buku Matematika SMK 2: Kelompok Bisnis dan Manajemen karya Syamsudin (2010: 32), bunga majemuk adalah istilah yang digunakan untuk jenis perhitungan bunga berdasarkan jumlah pokok awal yang timbul pada setiap akhir jangka waktu tertentu (tahun/bulan).
Modal dan bunga semakin bertambah pada setiap jangka waktunya. Dengan demikian, jumlah bunga majemuk akan terus bertumbuh sesuai dengan bertambahnya nilai pokok yang ditambahkan bunga dari periode sebelumnya.
Jumlah uang deposito atau tagihan pinjaman dengan sistem bunga majemuk akan bertumbuh lebih cepat daripada bunga tunggal karena ia hanya dihitung berdasarkan nilai pokoknya saja.
Rumus dan Soal Menghitung Bunga Majemuk
Untuk lebih jelasnya, rumus dan contoh soal untuk memahami cara menghitung bunga majemuk bisa dipelajari. Berikut ulasannya.
1. Rumus Bunga Majemuk
Cara menghitung bunga majemuk adalah dengan menggunakan sebuah rumus. Metode penghitungan ini tentu saja berbeda dengan bunga tunggal. Rumus bunga majemuk adalah sebagai berikut:
Nilai akhir = nilai awal x (1 + suku bunga) ^dipangkat jumlah periode.
Sederhananya, bentuk dari rumus tersebut adalah Na = Nt (1+i)^n.
Na = Nilai akhir
Nt = Nilai tunai
i = Persentase suku bunga
n = Jangka waktu
2. Contoh Soal
Rasyid menabung uangnya senilai Rp30.000.000 di awal dan tidak pernah menambah tabungannya lagi selama 5 tahun. Suku bunga majemuk dari bank tempat Rasyid menabung adalah 5% setiap tahunnya.
Jawab:
Berdasarkan kasus tersebut, jumlah tabungan yang akan dimiliki Rasyid pada tahun kelima adalah sebagai berikut:
Rumusnya adalah nilai awal x (1 + suku bunga) ^dipangkat jumlah periode.
Rp30.000.000 x (1 + 0,05)^5 = Rp38.288.477.
Dengan demikian, jumlah tabungan yang akan dimiliki Rasyid pada tahun kelima adalah Rp38.288.477, dengan total jumlah bunga yang didapatkan senilai Rp8.288.477.
Baca Juga: 4 Contoh Soal Bunga Tunggal dan Pembahasannya
Demikian uraian mengenai pengertian bunga majemuk dan cara menghitungnya dalam Matematika. Bunga mejemuk ini memberikan keuntungan bagi nasabahnya. (Umi)
