Konten dari Pengguna

Pengertian Catur Guru pada Masing-Masing Bagiannya dalam Agama Hindu

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pengertian Catur Guru. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Fares
zoom-in-whitePerbesar
Pengertian Catur Guru. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Fares

Pengertian catur guru adalah empat guru yang harus dihormati. Guru tersebut meliputi. Guru Swadyaya (Tuhan), Guru Wisesa (Pemimpin atau Pemerintah), Guru Pengajian (Guru di sekolah), dan Guru Rupaka (Orang tua).

Konsep ini berasal dari tradisi Hindu dan sering diimplementasikan dalam budaya Bali. Masing-masing memiliki peran dan fungsi yang berbeda namun saling melengkapi dalam pembentukan karakter dan moral individu.

Pengertian Catur Guru pada Masing-Masing Bagiannya

Pengertian Catur Guru. Foto hanya ilustrasi. Sumber foto: Unsplash/Mesh

Pengertian catur guru adalah konsep yang mengajarkan pentingnya menghormati empat jenis guru yang memiliki peran signifikan dalam kehidupan seseorang. Keempat guru tersebut adalah Guru Swadyaya, Guru Wisesa, Guru Pengajian, dan Guru Rupaka.

Dikutip dari buku Pendidikan Agama Hindu, Dewa Artana (2017 : 60), menghormati catur guru tidak hanya membentuk individu yang berkarakter baik. Namun, juga menciptakan harmoni dalam masyarakat.

Dengan menerapkan prinsip-prinsip ini, manusia dapat membangun hubungan yang harmonis dengan Tuhan, pemimpin, guru, dan orang tua. Pada akhirnya akan membawa kebaikan bagi diri sendiri dan lingkungan sekitar.

Berikut adalah penjelasan dari masing-masing bagiannya.

  1. Guru Swadyaya adalah Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pandangan Hindu, Tuhan adalah sumber segala pengetahuan dan kebijaksanaan. Menghormati Tuhan berarti mengakui bahwa segala sesuatu berasal dari-Nya dan selalu berusaha mendekatkan diri kepada-Nya melalui doa, meditasi, dan perbuatan baik. Tuhan sebagai guru utama memberikan pedoman hidup melalui ajaran-ajaran suci dan kitab-kitab keagamaan.

  2. Guru Wisesa merujuk pada pemimpin atau pemerintah. Pemimpin memiliki peran penting dalam menjaga tatanan sosial dan keadilan dalam masyarakat. Guru Wisesa membuat aturan dan kebijakan yang bertujuan untuk kesejahteraan bersama. Menghormati pemimpin berarti menghargai usaha Guru Wisesa dalam mengatur dan melindungi masyarakat, serta mematuhi hukum yang dibuat demi kebaikan bersama. Kepatuhan terhadap pemimpin yang adil dan bijaksana merupakan bentuk penghormatan yang harus diwujudkan.

  3. Guru Pengajian adalah guru di sekolah atau lembaga pendidikan. Guru-guru ini bertanggung jawab dalam memberikan pendidikan formal kepada murid-muridnya. Guru ini mentransfer pengetahuan, keterampilan, dan nilai-nilai moral yang diperlukan untuk kehidupan. Menghormati guru berarti menghargai usahanya dalam mendidik dan membimbing manusia, serta berusaha untuk menyerap ilmu yang guru ini berikan dengan sungguh-sungguh. Penghormatan ini juga bisa diwujudkan dengan bersikap sopan dan menghargai setiap usaha guru dalam mengajar.

  4. Guru Rupaka adalah orang tua. Orang tua adalah guru pertama yang dikenali oleh setiap individu sejak lahir. Guru Rupaka tidak hanya memberikan kehidupan, tetapi juga mendidik, merawat, dan membesarkan anak-anaknya dengan kasih sayang. Menghormati orang tua berarti mengakui pengorbanan dan kasih sayangnya serta berusaha untuk membalasnya dengan berbakti, membantu, dan menjaga nama baik keluarga. Hormat kepada orang tua adalah dasar dari segala bentuk penghormatan lainnya.

Baca juga: 5 Contoh Soal Ujian Kelas 6 Agama Hindu

Pengertian catur guru adalah empat guru yang harus dihormati. Catur guru mencerminkan nilai-nilai luhur yang mengajarkan tentang rasa hormat, kepatuhan, dan penghargaan kepada ia yang berperan penting dalam kehidupan manusia. (Gin)