Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Parikan

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Setiap daerah di Indonesia memiliki berbagai cara untuk membuat hiburan, tak terkecuali parikan di suku Jawa. Parikan yaiku unen-unen dumadi saka rong gatra utawa patang gatra. Jika di terjemahkan dalam bahasa Indonesia artinya parikan adalah bunyi-bunyi yang terdiri dari 2 larik ataupun empat larik. Dengan kata lain parikan adalah pantun yang menggunakan bahasa Jawa yang biasanya digunakan oleh masyarakat dalam situasi serius ataupun saat bercanda.
Untuk lebih jelasnya mengenai parikan, yuk, simak penjelasan di bawah ini!
Pengertian, Ciri-ciri, dan Contoh Parikan
Pengertian Parikan terdiri atas dua bagian yang fundamental, yakni samipiran dan isi. Dikutip dari buku Parikan Pantun Jawa: Puisi Abadi karya Koesalah Soebagyo Toer (2011: 5), sampiran dalam parikan adalah bagian pertama yang merupakan wadah. Sedangkan isi bagian kedua yang menjadi pelengkap, pasangan, ataupun jodoh bagi wadah sudah dipersiapkan.
Ciri-ciri Parikan
Patokan atau ciri-ciri dalam sebuah parikan atau pantun yaitu:
Terdiri atas dua baris, yaitu parikan pantun tunggal atau empat baris atau yaitu parikan ganda. Masing-masing baris disebut gatra.
Masing-masing gatra terdiri atas dua potongan yang disebut pedhotan.
Masing-masing pedhotan terdiri atas empat suku kata atau yang disebut wanda.
Pada parikan dua gatra atau parikan tunggal, gatra pertama adalah sampiran, dan gatra kedua yaitu isi.
Pada parikan empat gatra atau parikan ganda, dua gatra pertama adalah sampiran dan dua gatra kedua adalah isi.
Sajak parikan berupa sajak silang, yaitu: a-b untuk parikan tunggal dan a-b-a-b untuk parikan ganda.
Contoh Parikan
Parikan Tunggal
Contoh 1
Wajik klethik, gula Jawa.
luwih becik, sing prasaja
Artinya:
Wajik kletik, gula Jawa,
lebih baik, yang sederhana.
Contoh 2
Bisa nggender, ora bisa ndemung.
bisa jejer, ora bisa nembung
Artinya:
Bisa bermain gender, tidak bisa bermain demung,
bisa dukuk bersebelahan, tidak bisa meminang.
Parikan Ganda
Gawe cao nangka sabrang,
kurang setrup luwih banyu
aja awatak gumampang,
den sengkud nggregut sinau.
Artinya:
Membuat cimcau nangka sembarang
kurang sirup ditambah air
jangan berwatak gampangan
bersungguh-sungguh dalam belajar.
Nah, sekarang sudah mengerti tentang apa itu parikan, ciri-ciri dan contohnya bukan? Semoga penjelasan di atas bermanfaat dan dapat menambah wawasan tentang karya sastra dari suku Jawa. (MZM)
