Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Sungai Episodik

Penulis kumparan
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sungai merupakan aliran alir yang mengalir serta bergerak dari dataran tinggi ke dataran rendah hingga akhirnya terus mengalir menuju ke lautan. Dalam ilmu geografi, ada banyak sekali jenis sungai yang menarik untuk diketahui perbedaan dan karakteristiknya masing-masing. Salah satunya adalah sungai episodik. Adapun contoh sungai episodik adalah sungai Batanghari di Sumatera. Simak artikel di bawah untuk dapatkan informasi selengkapnya tentang sungai episodik.
Baca Juga: Mengenal 6 Jenis Pola Aliran Sungai
Pengertian, Ciri-Ciri, dan Contoh Sungai Episodik
Sungai intermitten atau yang lebih dikenal dengan sungai episodik merupakan sungai yang jika musim penghujan, aliran debit airnya banyak. Begitu pula sebaliknya, jika memasuki musim kemarau, maka debit airnya cenderung sedikit atau bahkan kering.
Dikutip dari Buku Geografi SMA/MA Kelas 10 karya Dadang Tri Atmoko dan Rudarti (2021:321), adapun salah satu contoh sungai episodik adalah sungai Batanghari di Sumatera. Memang pada umumnya sungai ini berada di daerah-daerah yang memiliki musim kemarau sangat panjang dibandingkan dengan musim hujan. Selain sungai Batanghari, Sungai Kalada di Pulau Sumbawa juga menjadi contoh dari sungai episodik lainnya.
Sedangkan berbagai jenis sungai lainnya berdasarkan debit dan volume yang perlu Anda ketahui adalah sebagai berikut.
Sungai permanen, yakni sungai yang debit airnya tetap sepanjang tahun, seperti sungai Kapuas di Kalimantan.
Sungai periodik, yakni sungai yang jumlah debit air yang bergantung pada musim tertentu. Jadi, ketika musim penghujan, debit airnya akan banyak dan begitu pula sebaliknya.
Sungai ephemeral, yakni sungai yang mempunyai jumlah air sedikit ketika memasuki musim penghujan.
Kemudian jenis-jenis sungai berdasarkan pada pola alirannya adalah sebagai berikut.
Pola aliran radial atau menjari, yakni sungai yang memiliki pola aliran menjadi yang terbagi menjadi dua macam, yaitu sentrifugal dan sentripetal.
Pola aliran dendritik, yakni pola aliran sungai yang tidak teratur sehingga pada umumnya sungai dengan pola ini akan berada di daerah daratan atau daerah pantai yang berbentuk luas maupun sempit.
Pola aliran trelis, yakni pola aliran sungai yang menyerupai sirip dan biasanya terdapat di daerah pegunungan lipatan.
Pola aliran rectangular, yakni jenis sungai yang mempunyai pola aliran yang saling membentuk sudut siku-siku dan terjadi di daerah patahan atau pada batuan yang memiliki tingkat kekerasannya yang berbeda-beda.
Pola aliran anular, yakni sungai yang memiliki pola aliran yang mulanya adalah aliran radial sentrifugal dan kemudian muncul sungai subsekuen yang sejajar, sungai resekuen, dan sungai obsekuen.
Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda. (Anne)
