Konten dari Pengguna

Pengertian, Ciri-ciri, dan Kaidah Kebahasaan Teks Debat

Berita Terkini

Berita Terkini

Penulis kumparan

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi Teks Debat. (Foto: DariuszSankowski by https://pixabay.com)
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Teks Debat. (Foto: DariuszSankowski by https://pixabay.com)

Bagi beberapa orang, kegiatan debat pasti sudah tidak asing lagi di telinga. Pengertian debat merupakan kegiatan adu argumentasi antara dua pihak atau lebih, baik perorangan maupun kelompok dalam mendiskusikan dan merumuskan masalah dan perbedaan. Dalam debat, hanya ada satu mosi atau tema yang diangkat dalam kegiatan tersebut. Hal ini bertujuan agar debat yang dilakukan fokus terhadap satu masalah, sehingga kegiatan debat dapat berjalan lancar. Pada kegiatan debat, pihak yang terlibat akan menggunakan teks debat. Apa yang dimaksud dengan teks debat? Pengertian teks debat adalah Teks debat adalah jenis teks yang berisi pernyataan dan argumentasi dari pihak-pihak yang berdebat. Nah, artikel kali ini akan membahas lebih lanjut mengenai ciri-ciri dan kaidah kebahasaan teks debat.

Mengenal Ciri-ciri dan Kaidah Kebahasaan Teks Debat

Ilustrasi Teks Debat. (Foto: lil_foot__ by https://pixabay.com)

Teks debat adalah jenis teks yang berisi pernyataan dan argumentasi dari pihak-pihak yang berdebat. Dikutip dari buku Pembelajaran Debat yang ditulis oleh Muhammad Zein Iqbal dan Herly Dayanti, berikut adalah ciri-ciri dan kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks debat:

  • Ide yang diungkapkan harus benar sesuai dengan fakta dan dapat diterima akal sehat (logis), harus tepat, dan hanya memiliki satu makna, padat, langsung menuju sasaran, runtut, sistematis, dan tersaji sebagai kalimat efektif.

  • Menggunakan istilah terkait dengan topik yang diperdebatkan.

  • Menggunakan kata yang menunjukkan perbandingan dan pertentangan.

  • Menggunakan kata yang menunjukkan sikap tim, baik afirmatif, oposisi, ataupun netral.

  • Menggunakan pernyataan tokoh, ahli, atau pakar untuk memperkuat argumen.

  • Menggunakan berbagai konjungsi.

  • Menggunakan kalimat majemuk.

  • Sesuai dengan kaidah bahasa baku, baik kaidah tata ejaan maupun tata bahasa (pembentukan kata, frasa, klausa, kalimat, dan paragraf).

  • Kata yang dipilih memiliki makna sebenarnya (denotatif).

Teks debat adalah jenis teks yang berisi pernyataan dan argumentasi dari pihak-pihak yang berdebat. Adapun teks debat memiliki tujuan yang ditujukan kepada setiap pembacanya, seperti melatih keberanian mengemukakan pendapat, mematahkan pendapat lawan, meningkatkan kemampuan merespon suatu masalah, serta melatih kemampuan menyusun argumen. Semoga bermanfaat! (CHL)