Pengertian, Ciri-Ciri, dan Struktur Teks Cerkak Bahasa Jawa

Penulis kumparan
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Berita Terkini tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Teks cerkak bahasa Jawa salah satu hasil karya tulis dalam genre sastra Jawa modern. Cerkak adalah singkatan dari cerita cekak atau dalam bahasa Indonesia diartikan sebagai cerita pendek.
Teks cerkak sebagai sebuah cerpen tentunya hadir dengan lebih padat, sehingga mudah dipahami dan mudah dibaca, dalam waktu singkat pembaca dapat memahami cerpen secara menyeluruh. Hal ini sangat menguntungkan bagi pembaca dan juga penulis cerpen.
Pengertian Teks Cerkak Bahasa Jawa
Melansir dari buku Pembelajaran Bahasa Jawa di Sekolah Dasar, Endang Sri Maruti, S. Pd, M. Pd, Teks cerkak bahasa Jawa bisa diartikan sebagai sebuah cerita pendek bahasa jawa yang ceritanya ringkas, sederhana, dan tidak membutuhkan waktu lama untuk membacanya.
Dengan kata lain, pengertian cerkak adalah versi bahasa Jawa dari cerpen.
Ciri-Ciri Teks Cerkak (Titikane Cerkak)
Cerkak bahasa Jawa memiliki ciri-ciri sebagai berikut:
Ceritanya pendek atau ringkas
Jumlah tokohnya sedikit
Fiktif atau tidak nyata
Permasalahan yang diceritakan hanya satu
Tokoh yang diceritakan tidak sampai berubah nasibnya
Cerita yang ditulis kurang dari 10.000 kata
Struktur Cerkak
1. Eksposisi
Eksposisi dalam cerkak adalah bagian yang mengenalkan tokoh utama, latar, serta situasi dalam cerita.
2. Komplikasi
Komplikasi adalah bagian dalam cerkak yang menceritakan kejadian yang mulai memicu terjadinya konflik.
3. Krisis
Krisis adalah bagian yang menceritakan langkah apa yang ingin dilakukan oleh sang tokoh utama agar bisa menyelesaikan permasalahan yang ada.
4. Klimaks
Klimaks adalah bagian yang banyak menceritakan aksi utama dan penting dari tokoh dalam cerkak untuk menyelesaikan konflik yang ada.
5. Penyelesaian
Penyelesaian adalah bagian pada cerkak di mana konflik sudah selesai atau masalah sudah dipecahkan.
Unsur Intrinsik Cerkak
Tema: ide pokok atau gagasan utama dalam cerkak (underane prakara ing cerkak).
Tokoh (Paraga): pelaku yang ada di dalam cerita (pelaku kang mbangun cerita ing cerkak).
Penokohan (Watak): ciri-ciri atau karakter dari masing-masing tokoh dalam cerita (tandha-tandha fisik lan non-fisik sing diduweni paraga).
Latar: tempat dan waktu terjadinya cerita (papan lan wektu kedadeane cerita).
Alur: urutan kejadian peristiwa di dalam cerita mulai dari awal sampai akhir (urut-urutane cerita saka awit nganti pungkasan).
Gaya Bahasa (Basa): gaya bahasa yang digunakan oleh pengarang dalam membuat cerkak (basa kang digunakake pengarang kanggo nulis cerkak).
Sudut Pandang: cara pengarang menempatkan dirinya di dalam cerita (carane pengarang mapanake dheweke ing njero cerita).
Amanat: pesan atau nasihat yang ingin disampaikan oleh pengarang kepada pembaca cerita tersebut (piweling kang diwenehake pengarang marang wong sing maca cerita).
Unsur Ekstrinsik Cerkak
Unsur ekstrinsik cerkak adalah unsur yang ada di luar karya sastra, namun secara tidak langsung dapat mempengaruhi bagaimana karya itu dibuat.
Unsur ekstrinsik cerkak di antaranya adalah:
Agama, budaya, politik, pendidikan, dan ekonomi
Latar belakang kehidupan si pengarang
Situasi atau kondisi masyarakat ketika cerkak sedang dibuat
Sesuai dengan kepribadian masyarakat pendukungnya, teks cerkak bahasa Jawa umumnya memiliki nilai estetika, etika, edukasi, dan moral yang tinggi. Nilai-nilai inilah yang diangkat menjadi tema oleh pengarangnya. (DNR)
